PLN Peduli, Dorong Kemampuan Bisnis dan Keterampilan Digital

PLN bekerja sama dengan Yayasan Menembus Batas menggelar program pelatihan daring yang dirancang untuk membantu penyandang disabilitas.
PLN Peduli pada penyandang disabilitas. (Foto: Tagar/PLN)

Jakarta – PT PLN (Persero) bekerja sama dengan Yayasan Menembus Batas menggelar program pelatihan daring yang dirancang untuk membantu penyandang disabilitas. 

Program pelatihan yang merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan ini, diharapkan akan mendukung peserta penyandang disabilitas agar dapat berkembang dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi di masa pandemi.

"Tidak hanya itu, program ini juga diharapkan bisa diselenggarakan secara sustainable dan terdapat kegiatan lanjutan seperti program magang atau kompetisi usaha untuk para peserta sehingga ilmu yang di dapatkan dapat diaplikasikan untuk mengoptimalkan kemampuan kewirausahaan dan digital," ucap Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN, Agung Murdifi dalam keterangan tertulis, Senin, 17 Januari 2022.


Kalangan disabilitas dapat mandiri dan bersaing untuk berwirausaha serta mengembangkan usaha sesuai minat dan kemampuan mereka di era digital sekarang ini.


Agung mengatakan program ini adalah salah satu peran nyata perseroan untuk mendukung pendidikan dan pengembangan kapabilitas dari kelompok rentan yaitu disabilitas.

Hal ini juga selaras dengan pelaksanaan Core Subject ISO 26000 tentang persamaan Hak Asasi Manusia.

"Dengan begitu, kalangan disabilitas dapat mandiri dan bersaing untuk berwirausaha serta mengembangkan usaha sesuai minat dan kemampuan mereka di era digital sekarang ini," katanya.

Dalam program Pelatihan Digital Skill Online, setidaknya ada 250 penyandang disabilitas meliputi penyandang disabilitas fisik, netra, tuli, mental dan intelektual dengan usia 18 hingga 35 tahun dengan minimal pendidikan terakhir adalah SMA, serta berdomisili di Jabodetabek dan luar Jabodetabek yang akan dipilih untuk menjadi penerima manfaat dalam program ini. Para peserta akan mempelajari kurang lebih 21 modul pembelajaran selama 9 minggu.

Chief Operational Officer Yayasan Menembus Batas, Nicky Claraentia Pratiwi mengatakan para peserta diharapkan dapat menerima peluang baru untuk memiliki kemampuan literasi digital dan teknologi sebagai awal mengembangkan kapasitas dan kapabilitas dirinya.

"Hal ini penting untuk mempersiapkan diri sebagai bagian masyarakat digital ekonomi Indonesia,” katanya. []

Berita terkait
PLN Batu Bara Mau Dibubarin? Ini Kata Sfafsus Erick Thohir
Artinya, anak perusahaan PLN ini membeli material dari produsen batu bara, lalu menjualnya kembali kepada PLN.
PLN dan Ditjen Minerba Lakukan Enforcement Efektivitas Pasokan Batu Bara
PLN, Ditjen Minerba, Kementerian ESDM memastikan efektivitas dalam penyediaan dan pengiriman batu bara khususnya untuk kebutuhan listrik.
Dorong Ekosistem EV, PLN Operasikan SPKLU Pertama di Sumbar
LN mengoperasikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pertama di Sumbar diharapkan meningkatkan ketertarikan soal kendaraan listrik.
0
Luhut Ingin Kerja Sama Masyarakat Bantu Pemerintah Lawan C-19
Menko Luhut B. Pandjaitan mengatakan segala keputusan yang diambil untuk memitigasi keparahan kondisi Covid-19 telah melalui proses penelitian.