UNTUK INDONESIA
Bupati Bogor Dorong Inovasi Edukasi yang Kreatif
Bupati Bogor, Jabar, Ade Yasin, berikan apresiasi bagi dunia pendidikan dan mendorong agar ada inovasi edukasi yang kreatif
Bupati Bogor, Ade Yasin, berikan sambutan saat menghadiri Rapat Kerja Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Bogor, di Hotel Dirga, Cisarua, 14 September 2020 (Foto: bogorkab.go.id).

Kabupaten Bogor - Bupati Bogor, Ade Yasin, memberikan apresiasi kepada stakeholder pendidikan atas kontribusi mereka sehingga Kabupaten Bogor pada tahun 2019 mengalami peningkatan indeks pendidikan.

“Terima kasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua stakeholder pendidikan atas kontribusinya selama ini, sehingga Kabupaten Bogor pada tahun 2019 mengalami peningkatan Indek Pendidikan, RLS (Rata-rata Lama Sekolah) HLS (Harapan Lama Sekolah) dan Indeks Membaca,” kata Ade Yasin saat menghadiri Rapat Kerja Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Bogor, di Hotel Dirga, Cisarua, 14 September 2020.

Keberhasilan itu penting untuk diapresiasi sebagai bagian dari capaian program Panca Karsa yaitu Bogor Cerdas dalam upaya mencapai visi Kabupaten Bogor yaitu Terwujudnya Kabupaten Bogor Termaju, Nyaman dan Berkeadaban.

Bupati Ade juga berharap, selama masa pandemi Covid-19 Himpaudi agar terus berinovasi mengembangkan cara-cara baru sistem edukasi yang kreatif. “Himpaudi sebagai organisasi profesi yang menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini tentunya berkontribusi penting dalam upaya membangun karakter anak usia dini pada masa golden age. Ditengah tantangan ini saya juga berharap agar Himpaudi dapat terus berinovasi mengembangkan cara-cara baru, sistem edukasi yang kreatif agar optimalisasi potensi anak-anak khusunya selama masa pandemi Covid-19 ini,” katanya berharap.

bupati bogor dan peserta rekerdaBupati Bogor, Ade Yasin, bersama peserta Rapat Kerja Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Bogor, di Hotel Dirga, Cisarua, 14 September 2020 (Foto: bogorkab.go.id).

Menurut Bupati Ade, pihaknya banyak mendapat keluhan dari para orang tua tentang anak-anak yang masih melaksanakan sekolah secara daring atau online. “Saya banyak mendapat keluhan dari para orang tua terkait kegiatan belajar secara online atau masih di rumah,” ujar Ade.

Sesuai dengan keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020-2021 dimasa Pandemi Covid-19, untuk pendidikan anak usia dini bagi daerah yang berada di zona kuning, oranye dan merah dilarang melakukan pembelajaran tatap muka disekolah. “Untuk itu saya tekankan penting sekali peran orang tua pada masa seperti sekarang ini untuk lebih memperhatikan pola belajar anak, tidak hanya bergantung pada sosok guru,” ujar Bupati Ade.

Sementara itu, Wakil Ketua PW Himpaudi Jawa Barat, Ade Mulyana, sangat mengapresiasi Rakerda yang diselenggarakan Himpaudi Kabupaten Bogor. “Atas nama pengurus Himpaudi wilayah Jawa Barat terima kasih atas hadirnya Bupati Bogor di acara ini. Kabupaten Bogor menjadi kabupaten pertama yang menyelenggarakan Rakerda setelah Rakerwil tingkat provinsi. Hal yang paling membanggakan, Rakerda ini dibuka langsung oleh pucuk pimpinan yaitu Bupati Bogor. Semoga Rakerda hari ini bisa memberikan hasil-hasil yang baik untuk kemajuan dunia pendidikan,” kata Ade Mulyana (bogorkab.go.id). []

Berita terkait
Kabupaten Bogor Belum Bisa Sekolah Tatap Muka
Hasil data dari Gugus Tugas Covid-19 Pusat, Kabupaten Bogor zona oranye pembelajaran masih akan dilakukan secara daring
0
Ini 11 Korban Meninggal Akibat Tanah Longsor di Sumsel
Tanah longsor di Desa Tanjung Lalang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, mengakibatkan 11 orang meninggal dunia.