Bos Telegram Tuding Apple Kasih Kendali China Data Pengguna iPhone

Pendiri Telegram, Pavel Durov menuding Apple berkompromi dengan pemerintah China dengan memberikan kendali penuh kepada Partai Komunisnyaa.
Pendiri Telegram, Pavel Durov. (Foto:Tagar/Twitter Pavel Durov)

Jakarta - Pendiri Telegram, Pavel Durov menuding Apple berkompromi dengan pemerintah China dengan memberikan 'kendali penuh' kepada Partai Komunis di negara itu atas data warga yang menggunakan iPhone. 

Pernyataan ini, diungkapkan Durov lewat akun resminya di Telegram untuk menanggapi artikel New York Times yang mengungkap relasi Apple dengan pemerintah China. 

"Saya merasa seperti terlempar kembali ke Abad Pertengahan," Sebut Durov seperti dikutip Tagar dari CNN Jumat, 28 Mei 2021.

Tidak hanya itu, Durov juga menyebut Apple sebagai perangkat keras abad pertengahan. Sebab menurutnya, Apple menjual perangkat keras yang terlalu mahal kepada pelanggan yang terkunci dalam ekosistem mereka.

Logo TelegramLogo Telegram

Lebih lanjut, Durov menyebut, iPhone membuat penggunanya menjadi budak digital Apple lantaran perusahaan memonopoli pengguna untuk mengunduh aplikasi hanya dari App Storenya. Perangkat keras Apple juga dikecam Durov, sebab setiap kali ia harus menggunakan iPhone untuk menguji aplikasi Telegram di iOS.

Apple belum menggunakan layar 120Hz pada iPhonenya dan masih mengandalkan frekuensi 60Hz. Ini, dianggap "ketinggalan zaman" dibanding perangkat Android yang beberapa sudah menggunakan layar 120Hz.

Logo AppleLogo Apple. (Foto: 9to5Mac)

Telegram mengajukan keluhan antimonopoli ke pengadilan Uni Eropa sehari setelah postingan Durov. Menurutnya, Apple harus memberikan kesempatan kepada pengguna iPhone untuk mengunduh perangkat lunak di luar App Store.

Saya merasa seperti terlempar kembali ke Abad Pertengahan.

Apple sempat menghapus aplikasi Telegram dari toko aplikasinya ada tahun 2018, lantaran khawatir akan praktik penyebaran pornografi anak di platform tersebut.Kini, penggunaa aktif Telegram telah mencapai lebih dari 500 juta di seluruh dunia. 

ketika Facebook dan WhatsApp mengumumkan perubahan kebijakan privasinya Telegram kebanjiran pelanggan yang mengangkat popularitas Telegram dan saingannya Signal.

Sebelumnya Apple sempat menghapus aplikasi Telegram dari toko aplikasinya pada tahun 2018, lantaran khawatir akan praktik penyebaran pornografi anak di platform tersebut. []

Berita terkait
Cara Memindahkan History Chat dari WhatsApp ke Telegram
Telegram merilis fitur pemindahan data riwayat pesan dari aplikasi pesang singkat lain seperti WhatsApp, Line, dan KakaoTalk.
Jelang Tahun Baru 2020, Telegram Luncurkan Fitur Baru
Menjelang akhir tahun aplikasi pesan singkat, Telegram, kini menambahkan sejumlah fitur baru.
Pendiri Telegram Sebut WhatsApp Berbahaya
Pendiri dan CEO Telegram Pavel Durov mengatakan aplikasi berbagi pesan WhatsApp berbahaya, mudah diretas oleh hacker.
0
Hari Lahir Pancasila, Kemendagri: Naikkan Bendera Merah Putih Satu Tiang
Kemendagri meminta seluruh masyarakat menaikkan Bendera Merah-Putih satu tiang dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni.