Indonesia
Bocah Pemburu Koin di Danau Toba
Kisah anak pemburu koin di Danau Toba.
Anak-anak Pemburu Koin di Danau Toba. (Foto: Tagar/Fernandho Pasaribu)

Simalungun - Berenang merupakan olahraga terbaik karena melibatkan semua organ tubuh untuk bergerak, termasuk juga bermanfaat untuk kesehatan jantung dan pernapasan.

Selain olahraga yang banyak diminati, keahlian berenang juga dimanfaatkan anak-anak di tepian Danau Toba, Parapat Kabupaten Simalungun untuk mengais rezeki.

Kepiawaian anak-anak ini berenang patut untuk diacungi jempol. Mereka berenang di Danau Toba tanpa menggunakan perlengkapan apapun.

Setiap kali wisatawan yang hendak menikmati keindahan Danau Toba. Juga saat ingin melakukan penyeberangan menggunakan kapal, pasti pandangan kita tidak akan pernah lepas dari mereka.

Berita terkait: Menikmati Liburan Danau Toba di Pantai Bulbul

Apalagi setiba di pantai bebas dan pelabuhan penyeberangan, mereka sudah pasti ada disitu. "Pak, Bu, Bang, Kak lempar koinnya lah, biar kami menyelam," ucap mereka yang sedang berenang di danau.

Seperti yang dikerjakan Gio Butarbutar (12) warga Parapat ini. Sejak pagi hingga sore hari dia bersama dengan puluhan teman-temannya sudah standby di danau menanti wisatawan melempar koin berupa uang Rp 500 hingga Rp 1.000.

"Bang, lempar lah koinnya. Kalau gak uang kertas juga tidak apa-apa, Bang," teriaknya melakukan atraksi di Danau Toba.

Lemparan koin itu dimulai para pengunjung untuk melihat kepiawaian mereka berenang di danau terbesar di Asia Tenggara ini. Tanpa berpikir bahwa tempat yang mereka selami itu sangat dalam, tidak membuat mereka menyerah untuk mendapatkan koin.

Senyum terlihat dari mereka yang berhasil mendapatkan koin. Pun begitu, yang belum mendapatkan koin tetap semangat agar dapat menyaingi temannya mendapat koin.

Danau Toba Memberi Banyak Rezeki 

Siapa sangka, Danau Toba yang memiliki ukuran panjang sekitar 100 kilometer, lebar sekitar 30 kilometer, dan kedalaman hingga 1.600 meter ini memiliki anak-anak yang sangat berbakat menjadi atlet renang.

Danau TobaAnak-anak Pemburu Koin di Danau Toba. (Foto: Tagar/Fernandho Pasaribu) 

Gio mengaku, meskipun sudah mulai berenang sejak pagi hingga sore hari, belum tentu dia mendapat koin yang banyak. Pasalnya, selain Gio masih banyak lagi yang lebih bagus darinya.

"Sehari dapat 20 ribu. Tergantung pengunjung, Bang. Lagian masih banyak yang jago dari aku. Ucapnya sembari menunjuk salah seorang temannya yang memiliki kemampuan berenang lebih baik darinya.

Berita terkait: Libur Lebaran, 750 Kendaraan Seberangi Danau Toba

Sebelum meninggalkan rumah, bocah yang hendak menduduki bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu terlebih dahulu meminta izin kepada orang tuanya.

"Permisi bapak, aku pergi dulu," katanya.

Dia juga mengaku mengetahui teknik berenang dari teman-temannya. "Belajar berenang dari kawan-kawan, Bang," terangnya.

Menyelam Sejak Sekolah Dasar (SD)

Selain Gio, salah seorang bocah bernama Sulaiman Saragih (18) dinilai teman-temannya memiliki kemampuan lebih baik dari mereka. Sulaiman sudah berburu koin di Danau Toba sejak dia duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas 4.

Sulaiman mengaku, selama dia menjadi pemburu koin di Danau Toba. Dia sudah menyelam lebih dari 11 meter ke dalam Danau.

"Dari SD kelas 4 sudah belajar berenang di Danau Toba. Katanya 11 meter dalamnya di sini, tapi selama aku menyelam sudah lebih dari situ kurasa, Bang," katanya ditemui di Pantai Bebas Parapat.

Berita terkait: Tongging Akan Jadi Surga Kuliner dan Belanja Danau Toba

Berbeda dengan yang lain, anak kedua dari lima bersaudara ini mengaku bisa menghasilkan sebanyak 100 ribu bahkan lebih kalau wisatawan yang datang ke Parapat ramai.

"Kalau kek gini banyak, Bang, apalagi yang mau menyeberang, mau dapat 100 ribu. Itu dari pagi sampai sore bang kalau hari Minggu sama hari libur," ungkapnya.

Dia juga mengaku kalau ayah dan ibunya memberikan izin jika dia ingin berenang dan mencari koin. Sebab, jika dia mendapat uang yang banyak, akan dipergunakan untuk membeli perlengkapan sekolah.

"Bapak sama mamak gak marah, Bang, permisinya aku. Ada nanti dapat kan bang, kutabung nya untuk beli sepatu," katanya.

Remaja yang menduduki bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) ini juga terkadang merasa sedih ketika pengunjung di Parapat sedikit.

"Kalau gak ada pengunjung paling dapat 20 ribu. Itu pun mau gak ada. Padahal sudah dari pagi di Danau Toba ini, Bang," ungkapnya menginginkan agar wisatawan di Parapat ramai.

Dapat Uang Rp 500 Ribu Dari Bupati

Ada satu kesan yang tidak dapat dilupakannya, ketika dia mendapat uang dari Bupati Simalungun JR Saragih. Selama dia mencari koin di Danau Toba, baru kali pertama dia bisa mendapatkan uang yang cukup lumayan dari seorang bupati.

"Pak JR lah, Bang. Dikasih 500 ribu," katanya ketika bertemu JR di Sibaganding.

Dijelaskannya, dia mendapatkan uang itu karena sang bupati menantang mereka agar dapat berenang ke tempat yang diperkirakan sekitar 100 meter dari tepian Danau Toba.

"Tapi disuruh berenang dari sini sampai ke kapal sana (menunjuk jarak dia berenang). Hadiahnya di kasih 400 ribu. Sesudah itu ditanyai margaku. Rupanya kami semarga jadi dikasih 500 ribu," ungkapnya. []

Berita terkait: HKBP Gelar Ibadah Keprihatinan Rusaknya Danau Toba

Berita terkait
0
Warga dan Mahasiswa Papua Futsal Bareng Sebelum Bentrok
Sebelum bentrokan terjadi antara mahasiswa Papua di Makassar dengan warga sekitar sudah akrab. Bahkan kerap olahraga bersama, seperti futsal.