UNTUK INDONESIA

Biden Akan Umumkan Sikap Terkait Sanksi untuk Arab Saudi

Presiden Biden mengatakan bahwa Pemerintah AS pada Senin, 1 Maret 2021, akan mengumumkan sikapnya terkait Arab Saudi
Presiden Joe Biden berbicara kepada para wartawan di South Lawn Gedung Putih di Washington, sebelum menaiki helikopter Marine One untuk terbang ke Delaware, Sabtu, 27 Februari 2021 (Foto: voaindonesia.com/AP)

Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, mengatakan bahwa Pemerintah AS pada Senin, 1 Maret 2021, akan mengumumkan sikapnya terkait Arab Saudi. Hal ini terkait dengan publikasi atau rilis intelijen AS yang mengaitkan putra mahkota Saudi, Muhammad bin Salman, dengan pembunuhan wartawan The Washington Post, Jamal Khashoggi.

"Akan ada pengumuman pada Senin  (2 Maret 2021-red.), mengenai apa yang akan kita lakukan dengan Arab Saudi secara umum," kata Presiden Biden ketika seorang reporter bertanya mengenai sanksi terhadap putra mahkota, penguasa de facto Arab Saudi. Biden hanya menjawab satu pertanyaan ketika dia dan istrinya, ibu negara Jill Biden, meninggalkan Washington DC menuju Delaware untuk berakhir pekan.

putra mahkota saudiPutra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (Foto: voaindonesia.com/Reuters)

Pemerintah AS dikritik karena tidak mengambil langkah yang lebih tegas terhadap putra mahkota, padahal laporan intelijen AS yang dirilis pada Jumat (26/2) mengatakan bahwa Muhammad bin Salman menyetujui pembunuhan Jamal Khashoggi. Pembangkang Saudi dan jurnalis Washington Post, itu dibunuh di dalam konsulat Saudi di Turki.

Presiden tidak merincikan tentang pengumuman yang akan disampaikan Senin, 1 Maret 2021, tersebut.

Laporan intelijen AS yang dirilis Jumat, 26 Februari 2021, itu mendapati bahwa Khashoggi dibujuk agar datang ke konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018 dan dibunuh oleh agen-agen yang terkait dengan putra mahkota. Tubuhnya dipotong-potong, dan jenazahnya tidak pernah ditemukan.

seorang demonstranSeorang demonstran memegang poster bergambar jurnalis Saudi Jamal Khashoggi dan lilin yang menyala saat berkumpul di luar konsulat Arab Saudi di Istanbul, pada 25 Oktober 2018. (Foto: voaindonesia.com - AFP/Yasin Akgul)

Riyadh akhirnya mengakui bahwa Khashoggi secara keliru dibunuh dalam apa yang disebut operasi yang kebablasan, tetapi membantah keterlibatan putra mahkota.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menolak penilaian yang "negatif, salah dan tidak dapat diterima" oleh laporan intelijen AS dan mengatakan laporan itu mengandung "informasi dan kesimpulan yang tidak akurat." (vm/ft)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Setuju Pembunuhan Khashoggi
AS rilis laporan intelijen yang di-deklasifikasi (dicabut kerahasiaannya) yang menunjukkan keterlibatan Putra Mahkota Saudi pembuhunan Khashoggi
Arab Saudi Bebaskan Aktivis Hak Perempuan dari Penjara
Salah seorang aktivis politik paling terkemuka di Arab Saudi, Loujain al-Hathloul, dibebaskan setelah mendekam tiga tahun di penjara
Siapa Capres Amerika Serikat yang Disukai Warga Arab
Hasil survei menunjukkan warga Arab di wilayah Timur Tengah tak menginginkan Donald Trump dan Joe Biden yang jadi presiden
0
Biden Akan Umumkan Sikap Terkait Sanksi untuk Arab Saudi
Presiden Biden mengatakan bahwa Pemerintah AS pada Senin, 1 Maret 2021, akan mengumumkan sikapnya terkait Arab Saudi