Indonesia
Beginilah Tradisi Koko'o Cara Warga Bangunkan Sahur di Gorontalo
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tidak hanya warga Talumolo yang mengagas tradisi ini saja yang ikut meramaikan, namun dari berbagai wilayah di Kota Gorontalo.
Sebuah tradisi "Koko'o" untuk membangunkan warga dengan sahur di Gorontalo. (Foto: Istimewa)

Gorontalo, (Tagar 19/5/2018) - Ratusan warga di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, melakukan tradisi "Koko'o" (ketuk) sahur untuk membangunkan warga dengan berkeliling.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tidak hanya warga Talumolo yang mengagas tradisi ini saja yang ikut meramaikan, namun dari berbagai wilayah di Kota Gorontalo.

Seperti dilaporkan Antara, ribuan warga berjalan kaki dan menggunakan kendaraan roda dua serta becak motor (bentor) mengiringi tradisi membangunkan sahur warga dengan menggunakan kentongan bambu tersebut.

Aan, Koordinator kegiatan tersebut mengatakan Koko'o sahur sudah dilakukan sejak lama.

"Kita ingin membangunkan warga untuk sahur, kegiatan ini juga adalah bentuk kebahagiaan karena dipertemukan kembali dengan bulan ramadhan," ungkap Aan.

Ia merasa bangga dan senang karena pada tahun ini Koko'o sahur semakin ramai diikuti warga, bukan hanya dari Talumolo saja tapi dari wilayah lainnya di Kota Gorontalo.

"Tradisi ini kita lakukan setiap hari selama bulan ramadhan, semoga bisa menjadi berkah," pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang warga yang turut serta dalam kegiatan itu, Sahrul Ismail mengaku senang dapat bergabung dengan warga lainnya dalam semarak Koko'o sahur.

"Saya sudah beberapa kali ikut pada tahun 2017 lalu, namun tahun ini lebih ramai dan semarak," ungkap dia. (ant/rmt)

Berita terkait
0
Uang Makan Napi Rp 20 Ribu, Rupan: Tidak Manusiawi
Besaran anggaran negara untuk narapidana di lembaga pemasyarakatan maupun rumah tahanan sebesar Rp 20 ribu per tiap hari tidak manusiawi.