UNTUK INDONESIA
Beberapa Amalan Sunah Sebelum dan Saat Idul Adha
Ulama sekaligus Ketua Umum PP PERSIS Aceng Zakaria menjelaska amalan-amalan yang disunnahkan dilakukan bagi umat Islam sebelum dan saat Idul Adha
Ilustrasi pelaksanaan salat Idul Fitri menerapkan protokol kesehatan. (Foto: Tagar/Ilustrasi Aan Febriansyah)

Bandung - Hari Raya Idul Adha 2020 tinggal hitungan hari. Tak hanya Idul Fitri, hari raya Idul Adha pun selalu ditunggu umat Islam yang merayakannya karena hari raya ini dianggap istimewa dengan beberapa keutamannya.

1. Puasa Arafah

Menurut ulama sekaligus Ketua Umum Persatuan Islam atau PP PERSIS, Aceng Zakaria, amalan yang sebaiknya dilakukan umat Islam sebelum hari raya Idul Adha adalah puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah. Puasa Arafah ini dinilai sebagai penghapus dosa. Hal ini sebagaimana dikatakan dalam salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Muslim No.1.162.

Puasa Arafah dihitung di sisi Allah sebagai menghapus (dosa) tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya.” diriwayatkan oleh Muslim.

2. Shalat id

Selain itu lanjut Aceng menjelaskan, amalan yang disunahkan lainnya adalah shalat id saat hari raya Idul Adha. Sebagaimana dijelaskan dalam Hadist Riwayat Bukhari Muslim yaitu: “Ummu ‘Athiyah berkata: Kami diperintahkan Rasulullah SAW untuk mengerahkan mereka (putri-putri remaja, dewasa dan yang sedang haidl) keluar ke tempat pelaksanaan Shalat Idul Fitri dan Idul Adha. Adapun wanita yang sedang haidl maka mereka menjauhi tempat shalat, menyaksikan kebaikan dan dakwah kepada ummat Islam.”

3. Memotong Hewan Kurban

Lalu amalan sunah lainnya adalah memotong hewan kurban bagi umat islam yang mampu. Sebagaimana perintah ini diterangkan dalam salah-satunya Al-Qur’an Surat Al-Kautsar ayat 2 yaitu; “Maka shalatlah untuk Rabbmu dan sembelihlah hewan.”

3. Mandi Terlebih Dahulu

Kemudian hal yang disunahkan lainnya saat Idul Adha adalah mandi terlebih dahulu dan memakai pakaian yang terbaik tidak perlu baru yang terpenting bersih, serta dianjurkan untuk memakai wangi-wangian juga disunahkan untuk memotong kuku.

4. Makan Setelah Shalat Id

Selanjutnya, hal yang disunahkan saat merayakan Hari Raya Idul Adha adalah makan setelah melaksanakan shalat id. Hal ini berbeda saat Idul Fitri yang disunahkan untuk makan terlebih dahulu.

5. Bertakbirlah

Hal yang disunahkan saat Idul Adha adalah mengumandangkan takbir di masjid-masjid atau mushala termasuk saat di rumah saat malam menjelang dan saat melaksanakan hari raya Idul Adha.

“Termasuk mengumandangkan takbir saat berjalan menuju tempat shalat Idul Ada,” tutur dia, Bandung, 27 Juli 2020.

Sebagian fuqaha ahli fiqih kata Aceng, ada yang memberi keterangan tentang beribadah di malam hari raya, yaitu dengan melaksanakan shalat maghrib dan isya’ berjama’ah, sampai dengan melaksanakan shalat subuh berjama’ah.

6. Berjalanlah

Disunahkan juga untuk berjalan kaki saat hendak menuju tempat shalat Idul Adha, dan saat pulang. Hal ini sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW berangkat menuju tempat shalat id dengan berjalan kaki.

“Adalah Rasulullah SAW ketika di hari raya id berbeda jalan (ketika berangkat dan pulang).” Hadist Riwayat Bukhari.

7. Bersalam-Salaman

Selanjutnya, diperbolehkan untuk bersalam-salaman sebagaimana saat Idul Adha untuk memperkuat ikatan silaturahmi dengan umat muslim lainnya.

“Bersalam-salaman itu biasa dan diperbolehkan dilakukan di hari raya Idul Adha,” katanya. []

Berita terkait
Kemenag Kudus Izinkan Salat Idul Adha di Lapangan
Kementerian Agama (Kemenag) Kudus membolehkan membolehkan salat Idul Adha berjemaah. Namun tetap dengan syarat protokol kesehatan.
Ganjar Minta Kades Awasi dan Data Pemudik Idul Adha
Gubernur Ganjar Pranowo meminta kades mendata pemudik Idul Adha, serta mengawasi penerapan protokol kesehatan. Ini untuk antisipasi ledakan covid.
Idul Adha, KAI Berikan Diskon Tiket Kereta Api
PT Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan serangkaian inovasi guna memacu kembali minat masyarakat untuk menggunakan moda transporasi massal ini
0
Gawat, 2 Juta Anak Indonesia Derita Berat Badan Rendah
Sekitar dua juta anak Indonesia menderita wasting parah atau berat badan rendah untuk tinggi badan, ciri-cirinya memiliki kekebalan yang lemah.