Indonesia
Bayi Usia 1,5 Bulan Ini Selamat dari Tsunami Setelah Hilang Selama 11 Jam
'Sekitar 11 jam tidak jelas keberadaannya, besok paginya ketemu masih hidup, tertimbun puing-puing berserakan.'
Relawan Tanggap Bencana (Tagana) mengemas logistik bantuan dari bebagai kalangan masyarakat untuk disalurkan kepada para penyintas bencana tsunami Selat Sunda di Posko Bencana Pemprov Banten, di Serang, Jumat (11/1/2019). Para relawan memerinci stok bahan makanan dan pakaian yang terhimpun sudah mencukupi untuk kebutuhan dua minggu ke depan sementara kebutuhan yang mendesak adalah seragam, sepatu serta peralatan sekolah anak-anak di pengungsian. (Foto: Antara/Asep Fathulrahman)

Lampung Selatan, (Tagar 13/1/2019) - Nova, bayi berusia sekitar satu bulan setengah, setelah dihantam gelombang tsunami Selat Sunda pada Sabtu (22/12) malam, dapat selamat meskipun sempat tidak jelas keberadaannya selama 11 jam.

Orangtua bayi itu, Sanali (60) dan Suha istrinya, di lokasi pengungsian Desa Way Muli Timur, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Sabtu (12/1) membenarkan anaknya itu akhirnya bisa diselamatkan.

"Sudah sekitar 11 jam tidak jelas keberadaannya, akhirnya besok paginya baru bisa ketemu masih hidup, tertimbun puing-puing berserakan," ujarnya dilansir kantor berita Antara.

Kondisi bayi itu diketahui karena terdengar tangisan di luar rumahnya. Pada Nova, sang bayi, masih terlihat beberapa bekas luka, seperti di sekitar kepalanya.

Kini bayi Nova diasuh kakaknya, Lia (18) yang juga selamat dari tsunami, karena saat kejadian sedang berada di luar desa untuk suatu keperluan.

Kondisi bayi itu bersama para pengungsi lain masih bertahan di posko, juga terus dipantau oleh tim medis yang masih terus bertugas membantu para korban tsunami.

Menurut tim medis dan relawan di posko pengungsian itu, hingga kini terdata masih ada 248 orang, 128 di antaranya adalah anak-anak, dengan 14 balita, termasuk ada anak kembar berada di posko pengungsian. Namun sebagian pada siang hari kembali ke rumah atau permukiman mereka.

Sanali menuturkan saat malam kejadian sama sekali tak ada tanda-tanda akan terjadi bencana tsunami di kawasan pesisir tersebut. Bayinya itu pun sedang disusui oleh ibunya, hingga tsunami datang dan mereka berhamburan mencari tempat yang aman.

"Terdengar suara beletak beletak disertai geledek di sekitarnya, namun sama sekali tak menyangka akan terjadi tsunami di sini," katanya lagi.

Pada lokasi pengungsian, warga korban tsunami khususnya anak-anak masih bersekolah berharap mendapatkan bantuan peralatan sekolah dan baju seragam, mengingat harta benda termasuk pakaian dan peralatan sekolah mereka miliki, umumnya hilang tersapu gelombang tsunami. []

Berita terkait
0
Negosiasi Pembebasan Sandera di KM Mina Sejati Berlangsung Alot
Proses negosiasi antara pembajak kapal KM Mina Sejati dan aparat TNI masih berlangsung.