Bayi Suka Menghisap Jari, Amankah?

Beberapa pakar mengatakan, bayi yang menyusu ASI akan lebih jarang menghisap jari daripada bayi yang menyusu melalui botol.
Ilustrasi. (Foto: Tagar/Pixabay)

Jakarta - Pasti banyak Ibu yang khawatir ketika bayinya kerap memasukan jari tangan, kaki, kain, atau apa saja yang ada di dekatnya ke dalam mulutnya. Ternyata kelakuan bayi seperti ini sangat wajar dan normal sebab bayi berusia 0-3 bulan sedang aktif-aktifnya mencari kepuasan di sekitar mulutnya.

Dengan memasukan tangan ke mulutnya, secara bersamaan mata, mulut, serta saraf si bayi sedang mengoordinasikan gerakan dan mengidentifikasi tekstur benda yang masuk melalui mulutnya.

Menurut dokter, bayi suka menghisap jari karena lapar. Tapi belum tentu juga semua bayi setiap menangis dan memasukan jari ke dalam mulut berarti lapar, bisa jadi karena dia mengantuk, kepanasan, atau popoknya basah. Jadi ibu harus pintar membaca kelakuan dari si bayi.

Proses stimulus rangsangan di mulut juga bisa dengan menyusui. Baiknya lama waktu untuk menyusui bayi adalah 20-40 menit sampai bayi mendapat kepuasan menghisap. Beberapa pakar mengatakan, bayi yang menyusu ASI akan lebih jarang menghisap jari daripada bayi yang menyusu melalui botol.

Memasukan jari ke mulut memang akan menimbulkan beberapa dampak seperti jari menjadi keriput, kuku rusak, diare, dan kemungkinan gigi seri maju ke depan. Namun, semua itu dapat diatasi dengan menjaga kebersihan tangan bayi, mengawasi barang apa yang masuk ke mulutnya jangan sampai benda kecil lolos dari pengawasan yang akhirnya tertelan oleh si bayi, jangan biarkan tangan orang lain diisap oleh bayi termasuk tangan orangtuanya.

Pemakaian sarung tangan dan empeng yang kerap disebut sebagai salah satu cara mencegah tangan anak masuk ke mulut itu keliru. Sering terjadi, tangan yang terbungkus oleh kain tetap menjadi sasaran untuk dieksplor oleh bayi di mulutnya. Sarung tangan yang basah akibat terkena liur bisa menjadi sarang bakteri dan kuman.

Selain itu, penggunaan empeng pun rawan kotor, sehingga harus segera dibersihkan setelah digunakan. Dampak lain yang ditimbulkan dari pemakaian empeng adalah kembung karena adanya udara yang masuk ke perut bayi. Empeng yang terbuat dari karet dan kenyal juga menghambat pertumbuhan gigi.

Idealnya saat berusian 6 bulan dan telah diperbolehkan makan secara perlahan kebiasaan mengisap jari akan berkurang karena bayi sudah kenyang. Namun, apabila usia di atas 7 bulan masih sering memasukan jari ke dalam mulut, Ibu bisa mengingatkan secara berulang dan memberikan sedikit penjelasan, dan mengalihkan perhatiannya dengan membuat permainan sensorik guna melatih sensoriknya melalui tangan saja.


(Sekar Aqillah Indraswari)


Berita terkait
Akupuntur Bermanfaat dalam Program Bayi Tabung
bayi tabung
Rekomendasi 30 Nama Bayi Perempuan Islami
Terinspirasi dari para istri Rasulullah SAW, nama-nama ini sangat cantik dan penuh makna.
Fakta Seputar Kelahiran Bayi Prematur dan Cara Mencegahnya
Bayi yang lahir prematur membutuhkan perhatian lebih jika dibandingkan dengan bayi yang lahir normal.
0
Bayi Suka Menghisap Jari, Amankah?
Beberapa pakar mengatakan, bayi yang menyusu ASI akan lebih jarang menghisap jari daripada bayi yang menyusu melalui botol.