UNTUK INDONESIA
Bayi Perempuan Dibuang di Perkebunan Simalungun
Polisi menyelidiki kasus bayi yang ditemukan di area perkebunan Kabupaten Simalungun.
Puskesmas Kerasaan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, fokus menangani kesehatan bayi yang dibuang orangtuanya di perkebunan, Senin, 27 April 2020. (Foto: Tagar/dok dokter Bontur Manurung).

Simalungun - Kepolisian Sektor (Polsek) Perdagangan, menyelidiki kasus bayi yang ditemukan di area perkebunan PT Sipef, Nagori Kerasaan II, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Minggu, 26 April 2020.

Kepala Polsek Perdagangan Ajun Komisaris Polisi Supendi, mengatakan bayi tersebut ditemukan dalam kondisi dibalut selendang bercorak batik dan tali pusarnya masih terlihat.

"Kita masih fokus penanganan perkaranya, bayi terlihat sehat. Bayi diduga masih baru, karena tali pusarnya masih menempel," ucapnya, dihubungi Senin, 27 April 2020.

Dikatakannya, bayi berjenis kelamin perempuan dengan panjang 50 sentimeter, berat 3.200 gram, dan tali pusar sepanjang 5 sentimeter. Kata dia, bayi pertama kali ditemukan salah seorang warga setempat bernama Fajar, 30 tahun.

"Saat itu, Fajar sedang mencari lidi dan ia mendengar suara bayi sedang menangis," ujar Supendi.

Mendengar tangisan itu, sebutnya, Fajar kemudian mencari dan menemukan bayi mungil itu. Fajar lalu mengabarkan temuan bayi itu kepada sekuriti kebun PT Sipef. 

"Saat ini bayi sudah berada di Puskesmas Kerasaan untuk mendapat perawatan medis," ujar Supendi.

Pemkab Simalungun menelusuri atau menindaklanjuti tentang status anak itu, siapa sebenarnya orangtuanya

Kepala Puskesmas Kerasaan dr Bontur Manurung, ketika dihubungi membenarkan pihaknya tengah menangani bayi tersebut. Bontur memastikan kondisi bayi sehat. "Usia masih di bawah tujuh hari, menurutku cantik," katanya.

Bontur menambahkan, pihaknya saat ini tengah fokus menangani kesehatan bayi dan tetap berkoordinasi dengan kepolisian, kecamatan, dan dinas sosial, bagaimana kelanjutan nasib bayi.

"Saya serahkan ke pihak yang lebih kompeten, apa keputusan mereka kita ikuti," ungkapnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Wasin Sinaga, mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun tengah menindaklanjuti temuan bayi itu. 

"Yang pastinya Pemkab Simalungun menelusuri atau menindaklanjuti tentang status anak itu, siapa sebenarnya orangtuanya," ujar Wasin.

Penemuan bayi ramai dibicarakan, terutama di media sosial. Disinggung jika ada warga atau pihak lain ingin mengadopsi, Wasin menyerahkan keputusan kepada pimpinannya. Sementara ini, belum ada keterangan resmi dari Dinas Sosial Kabupaten Simalungun. []

Berita terkait
Dua Sepeda Motor Tabrakan di Simalungun, Satu Tewas
Dua unit sepeda motor terlibat kecelakaan di Kabupaten Simalungun. Akibat peristiwa kecelakaan itu satu orang tewas.
Tabrakan di Simalungun, Pengendara Motor Tewas
Seorang pemotor warga Pematangsiantar, Sumatera Utara, tewas usai terlibat kecelakaan lalu lintas di Simalungun.
Nenek di Simalungun Tusuk Leher Sendiri Hingga Tewas
Seorang nenek di Kabupaten Simalungun ditemukan tewwas dengan luka tusukan di leher. Diduga stres dan bunuh diri.
0
Sharp Raih Penghargaan Nusantara CSR Awards 2020
Produsen elektronik, Sharp Indonesia dianugerahi penghargaan Nusantara CSR Awards 2020 besutan The La Tofi School of CSR.