Banyak Lowongan Kerja di Wilayah Regional Australia

Tanpa pekerja asing, sekarang tambah banyak lowongan kerja di wilayah regional Australia yang disebut mencapai titik tertinggi
Lapangan kerja di wilayah regional Australia telah pulih dan semakin banyak lowongan yang tak terisi termasuk pekerjaan, seperti juru masak (Foto: abc.net.au/indonesian - Supplied: Cobargo Hotel)

Jakarta – Permintaan tenaga kerja di kawasan regional Australia mencapai titik tertinggi saat ini, melebihi kebutuhan yang terjadi selama booming di sektor pertambangan satu dekade lalu.

Menurut data dari Regional Australia Institute (RAI), dengan bertambahnya lowongan kerja tersebut kini sangat sulit untuk mencari pekerja yang dibutuhkan.

Ekonom RAI, Dr Kim Houghton, menjelaskan, meredanya kekeringan dan penanganan pandemi Covid-19 secara baik telah meningkatkan rasa percaya diri di kalangan masyarakat regional.

"Terjadi pemulihan lapangan kerja yang sangat besar di wilayah regional," kata Dr Houghton.

"Salah satu penyebabnya adalah karena tidak adanya kelompok pekerja migran untuk mengisi lowongan tersebut saat ini," ujarnya.

Dr Kim HoughtonDr Kim Houghton menjelaskan terjadinya peningkatan lapangan kerja di wilayah regional Australia (Foto: abc.net.au/indonesian - ABC News/Greg Nelson)

Salah satu sektor lapangan kerja yang sangat dibutuhkan yaitu koki (chef) dan juru masak, seperti yang dialami oleh pemilik sebuah pub di Kota Cobargo, David Allen.

Kota pedalaman di negara bagian New South Wales (NSW) itu kini membutuhkan juru masak untuk bekerja secara penuh di sana.

"Sangat sulit menemukan juru masak. Semua orang di sini berteriak mencari koki dan juru masak," ujar David.

Koki yang bekerja di pub milik David, Jade Boys, terpaksa pindah ke Sydney karena tidak dapat menemukan tempat tinggal yang permanen.

"Masyarakat di sini sangat baik, keakraban sangat terasa dan penghasilan juga bagus. Tapi kami tak menemukan tempat tinggal meski sudah berusaha," kata Jade.

Hal itu, menurut David, bisa diatasi bila ada bantuan dari pemerintah, terkait dengan kebijakan untuk mendatangkan pekerja asing.

“Dari segi anggaran perlu segara meningkatkan kapasitas karantina yang kita miliki, sehingga bisa mendatangkan para pekerja terampil (dari luar negeri),” ujarnya.

Ia juga menambahkan perlunya peningkatan kapasitas akomodasi di kota-kota regional seperti Kota Cobargo.

Dr Houghton mengatakan, jalan keluar untuk mengatasi kurangnya tenaga kerja di wilayah regional adalah menerima kembali para pekerja asing.

"Kita perlu segera menemukan cara untuk mendatangkan pekerja terampil dari luar negeri," katanya.

"Para pemberi kerja (di regional) telah putus asa," tambahnya.

Pakar kependudukanPakar kependudukan dari ABS, Andrew Howe, menjelaskan data migrasi internal di Australia (Foto: abc.net.au/indonesian - ABC News/Ben Pettitt)

Dr Houghton berharap semakin banyak sekolah kejuruan yang direlokasi ke wilayah regional untuk mempersiapkan angkatan kerja dalam jangka panjang.

1. Banyak Orang Pindah ke Regional

Data dari Biro Statistik Australia (ABS) menunjukkan migrasi internal telah meningkat dari kota besar ke wilayah regional.

Menurut ABS, pada tahun 2020 tercatat sekitar 43 ribu orang yang meninggalkan kota besar dan pindah ke regional.

Jumlah tersebut naik dua kali lipat dibandingkan dengan tahun 2019.

Pakar demografi ABS Andrew Howe menjelaskan, hal ini selalu terjadi selama beberapa dekade, ketika lebih banyak orang yang meninggalkan kota besar daripada yang masuk.

“Sebenarnya yang terjadi pada tahun 2020 adalah orang yang meninggalkan wilayah regional ke kota besar, telah menurun jumlahnya secara tajam. Arus migrasi keluar dari daerah regional telah melambat," jelas Andrew.

2. Melbourne Paling Terdampak

Andrew Howe menjelaskan, tahun lalu terjadi pola migrasi di luar kebiasaan untuk Kota Melbourne.

"Tren yang sangat berbeda terjadi di Melbourne, artinya ada pengaruh dari pandemi pada pola migrasi internal," jelasnya.

Setidaknya 26 ribu orang tinggalkan Kota MelbourneSetidaknya 26 ribu orang meninggalkan Kota Melbourne di tahun 2020 dan pindah ke wilayah regional (Foto: abc.net.au/indonesian - ABC News/Ron Ekkel)

Ia menyebutkan, Kota Melbourne dan sekitarnya ditinggalkan sedikitrnya 26.000 penduduk sepanjang tahun 2020.

"Pada 2019, jumlahnya hampir nol dan pada 2018 justru lebih banyak orang pindah ke Melbourne daripada yang keluar," jelasnya.

Andrew menambahkan, Kota Sydney dan sekitarnya juga ditinggalkan oleh sekitar 30.000 penduduk, namun hal itu orang yang masuk juga hampir setara dalam beberapa dekade terakhir.

“Melbourne yang sangat berbeda pada 2020, sedangkan pada kota besar lainnya perbedaannya tidak jauh,” ujarnya.

Andrew menyebut setengah dari penduduk yang meninggalkan Melbourne pindah ke wilayah lain di negara bagian Victoria. Setengahnya lagi pindah ke negara bagian berbeda.

"Arus keluar bersih untuk Victoria tidak pernah terjadi sebelumnya - di tahun 90-an, dengan resesi kami juga mengalami arus keluar yang besar dari negara bagian," katanya.

"Wilayah regional Victoria menerima sekitar 13.000 tambahan penduduk selama tahun 2020," tambahnya.

Seorang akuntan Mike McHenry dan keluarganya pindah dari Geelong di pinggiran Melbourne, ke Gold Coast di Queensland pada Desember lalu.

Dia menyebut adanya lockdown selama pandemi mendorong keputusan mereka untuk pindah.

Sunshine Coast di negara bagian QueenslandSunshine Coast di negara bagian Queensland menjadi salah satu tujuan migrasi internal penduduk Australia sepanjang tahun 2020 (Foto: abc.net.au/indonesian - ABC News/Tara Cassidy)

Mike mengatakan keluarganya senang dengan kepindahan itu.

"Kehidupan di sini luar biasa, cuacanya fantastis, kondusif untuk apa pun," ujarnya.

3. Queensland Paling Populer

Negara bagian Queensland sejauh ini merupakan tujuan paling populer dari migrasi internal, dengan tambahan penduduk 30.000 sepanjang tahun 2020.

Di urutan kedua, Australia Barat yang hanya menerima tambahan 1.385 orang.

"Queensland memang selalu menarik dalam migrasi internal namun di tahun 2020 jumlahnya lebih tinggi dari biasanya," ujar Andrew Howe.

Berbeda dengan kota besar lainnya, ibukota Queensland, Brisbane, tidak terjadi adanya penduduk yang keluar.

Australia Barat, Tasmania, Canberra dan Australia Selatan juga menerima tambahan penduduk dari migrasi internal.

"Di Australia Selatan selama tahun 2020, hanya ada tambahan 100 penduduk, namun ini pertama kalinya lebih banyak yang masuk daripada yang keluar dalam 30 tahun," jelas Andrew (Diproduksi oleh Farid M. Ibrahim dari berbagai artikel ABC News)/abc.net.au/Indonesian). []

Berita terkait
PM Australia Tolak Cabut Larangan Penerbangan dari India
PMAustralia, Scott Morrison, menolak tekanan yang meningkat untuk mencabut larangan sementara penerbangan dari India
Australia Tinjau Ulang Kontrak China Atas Pelabuhan Darwin
Australia mengatakan akan tinjau ulang kesepakatan kontrak sewa 99 tahun Pelabuhan Darwin dengan perusahaan China
0
Sempat Diterpa Badai Seroja, Mensos Targetkan Pemulihan NTT Juni 2021
Menteri Sosial Tri Rismaharini, menargetkan dana bantuan sosial untuk pemulihan NTT yang terkena Badai Seroja dapat disalurkan Juni ini.