Lombok Utara, (Tagar 9/9/2018) - Pelari Indonesia Lalu Muhammad Zohri pulang ke kampung halamannya di Lombok. Cerita suksesnya merupakan penghiburan tersendiri buat anak-anak Lombok yang terdampak gempa. Banyak anak Lombok ingin jadi pelari seperti Zohri.

Lalu Muhammad Zohri telah memberikan prestasi terbaiknya di ajang internasional seperti rekor dunia sprinter tercepat yang diraihnya di Finlandia beberapa waktu lalu sebelum menoreh prestasi di ajang Asian Games 2018.

Setelah sukses berlaga di Asian Games, Lalu Muhammad Zohri pun pulang ke kampung halamannya di Dusun Karang Pangsor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara. Kepulangannya itu disambut meriah oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Utara

Prestasi yang ditoreh Lalu Muhammad Zohri itu pun menjadi pemicu untuk membangkitkan semangat dan mendukung sarana prasarana altetik. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) telah merencanakan untuk membangun lapangan atletik. Ada dua alternatif lokasi yang dijadikan pilihan, di Desa Gondang, Kecamatan Gangga atau di desa yang ada di Kecamatan Kayangan.

Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar, menyampaikan rasa syukurnya lantaran atlet NTB, terlebih putra terbaik di kabupaten yang dipimpinnya itu mampu menoreh prestasi.

Najmul menyampaikan kesuksesan atlet yang telah diraih saat ini melalui proses yang tidak mudah, sehingga  banyak yang terinspirasi.  

"Saat saya berkunjung ke sekolah-sekolah, banyak anak-anak di KLU yang ingin jadi pelari seperti Zohri," tutur bupati.

Ia menyatakan kehadiran atlet bisa menjadi ajang trauma healing (penyembuh trauma) bagi warga terdampak gempa.

Dalam keterangan diterima Tagar News, bupati mengajak atlet, official yang hadir meneriakkan yel-yel "KLU Bangkit, KLU Bangun Kembali."

Ketua KONI NTB  H Andy Hadianto menyampaikan bahwa Zohri adalah atlet yang menginspirasi, bukan hanya masyarakat NTB atau Indonesia saja, tapi juga dunia.

Dalam kesempatan tersebut pihak KONI memperkenalkan satu persatu atlet yang tampil di Asian Games. Mulai dari Lalu Mohammad Zohri, Fadlin, Safwaturahman dan Arif Rahman dari cabang olahraga Atletik. Dari cabor Tinju ada Ainun Azizah, Uswatun Hasanah dan Saputra Samada. Untuk cabor Panjat Tebing ada Nurul Iqamah, cabor BMX ada atlet I Gusti Bagus Saputra.

Sedangkan dari cabang olahraga (cabor) karate, Ahmad Zigi Zaresta Yuda dan pada cabor Bola Voli Pantai Dhita Juliana, Putu Dini Jasita Utami, Desi Ratnasari dan Danangsyah Yudhistira Pribadi.

Inilah atlet anak-anak NTB yang mampu mengharumkan Indonesia. KONI NTB juga mendukung pembuatan lapangan atletik di KLU.

Adapun agenda olahraga selanjutnya diadakan Pekan Olahraga Provinsi pada bulan Desember mendatang.

"Semoga KLU bangkit dan mampu memberikan prestasi terbaik di tengah bencana gempa dan itu menjadi semangat bagi kita semua," ungkap Andy. []