Jakarta, (Tagar 14/3/2019) - Meskipun bukan penyakit menular, penyakit ginjal harus menjadi perhatian khusus karena dapat berakibat komplikasi bahkan kematian.

Ginjal merupakan organ tubuh yang berfungsi untuk menyaring darah, mengeluarkan limbah (sisa-sisa) metabolisme tubuh, seperti ureum dan keratin. Sekitar 100-125 ml permenit darah masuk ke ginjal untuk dibersihkan, serta mengatur keseimbangan cairan tubuh dan elektrolit darah.

Menakutkannya, penyakit ginjal tidak menunjukkan gejala awal. Penyakit ini akan ketahuan ketika kondisi ginjal sudah melemah, dimana saat fungsinya menurun hingga 90%.

"Iya memang tidak menunjukkan gejala, ketahuannya nanti pas kondisi ginjalnya menurun hingga 90%. Itu kondisi ginjal sudah kritis atau akut ya," ujar Ketua Umum Perhimpunan Neflologi Indonesia (PERNEFRI) Aida Lydia, Dr., dr., SpPD-KGH.

Penyakit ginjal disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor yang dapat dikendalikan seperti diet, merokok, mengonsumsi alkohol, olahraga, berat badan (obesitas), stress, diabetes, dan hipertensi.

"Penyakit ini memang terlihat sederhana dan dianggap sepele, bahkan gampang diucapkan olahraga, namun jika tidak dilakukan hasilnya sama aja," tutur dr. Aida.

Sementara untuk penyebab kedua, yaitu faktor umur dan genetika. Usia yang rentan mengidap penyakit ginjal saat menginjak usia 45-64 tahun, sedangkan faktor genetik sejak masih di kandungan.

"Faktor umur memang sudah tidak bisa dipungkiri, jika dikaitkan dengan genetik, misalnya ginjalnya itu penuh dengan kista dan diturunkan ke anak," pungkasnya. []

Baca juga: