Bagaikan Film Hollywood, Kronologi Tewasnya Pemimpin ISIS al-Baghdadi

Bak film perang, bagaimana kronologi terbunuhnya Abu Bakar al-Baghdadi. Bagaimana Pasukan elit AS Delta Force mendatanginya.
Pandangan udara menunjukkan kerusakan yang disebabkan helikopter di mana al-Baghdadi dianggap tinggal. (Foto: AFP via Getty Images)

Jakarta - Sabtu malam itu di desa terpencil Barisha, Provinsi Idlib, Suriah, sebagian besar penduduk sudah tertidur pulas. Mendadak, terdengar deru baling-baling rotor helikopter dalam kegelapan. Penduduk setempat paham, deru itu mengisyaratkan sesuatu akan datang, yang biasanya membawa kematian. 

Dia mati seperti pengecut, kata Trump. Dunia sekarang menjadi tempat yang jauh lebih aman.

Benar saja, dalam beberapa menit suara desing peluru menembus udara. Tapi ini bukan baku tembak biasa. Dari bawah, senjata-senjata otomatis menembaki pasukan yang ada di helikopter. Helikopter berputar-putar di udara, menghindar dari tembakan seraya membalas tembakan. 

Helikopter itu berisi pasukan elit Amerika Serikat, Tim Delta Force dan Rangers. Mereka mendarat dengan selamat di luar halaman rumah Abu Bkar al-Baghdadi, pemimpin ISIS, orang paling dicari di seluruh dunia. 

Delta Force dipersenjatai dengan anjing-anjing yang sangat terlatih dan robot untuk menahan serangan bunuh diri. Tim berjumlah sekitar 70 orang ini siap untuk pertumpahan darah. Tangkap atau bunuh, hanya itu opsi mereka. 

Abu Bakr al-BaghdadiSeorang pria berjanggut dengan penampilan seperti pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi berbicara dalam gambar yang diambil dari rilis video pada Senin (29/4/2019). (Foto: Antara/Islamic State Group/Al Furqan Media Network/Reuters TV via REUTERS/djo/foc)

Beberapa jam sebelumnya, jauh dari wilayah itu, Presiden Amerika Serikat Donal Trump buru-buru menyelesaikan permainan golf-nya. Ia segera meluncur ke Gedung Putih. Sampai di Gedung Putih, Trump langsung masuk ke Situation Room. 

Baca juga: Pemimpin ISIS al-Baghdadi Terbunuh Karena Celana Dalam

Dia didampingi Wakil Presiden Mike Pence, Penasihat Keamanan Nasional Robert O'Brien, Menteri Pertahanan Mark Esper, Kepala Staf Gabungan Jenderal Angkatan Darat AS Mark A. Milley, dan Brigadir Jenderal Marcus Evans, Wakil Direktur Operasi Khusus.

Direktur CIA Gina Haspel yang berperan besar dalam operasi ini tak berada di Gedung Putih, Namun dia memantau dari markas CIA dan menghubungi Situation Room, mirip dengan bagaimana posisi direktur CIA Leon Panetta selama operasi Osama bin Laden.

Operasi ini sudah dirancang sebulan lalu sejak pasukan Kurdi Irak berhasil menangkap salah seorang istri al Baghdadi. Pejabat Irak-Kurdi telah menahan salah satu dari banyak istri Baghdadi, seorang keponakan, dan istri dari salah satu kurirnya yang terpercaya.

Informasi dari trio itu menuntun mereka ke tempat persembunyian al Baghdadi di gurun Irak barat, sebuah lubang persembunyian yang terbukti sangat berharga. Dari trio ini lalu diperoleh koordinat lokasi rahasianya, sebuah rumah non-deskriptif di bagian barat laut Suriah yang dikendalikan oleh Al Qaeda, musuh Baghdadi.

ISISPandangan udara menunjukkan kerusakan yang disebabkan helikopter di mana al-Baghdadi dianggap tewas. (Foto: AFP via Getty Images)

Empat hari sebelum operasi ini, Trump telah memberi lampu hijau, dengan beberapa peluang lain dibatalkan pada menit terakhir. Namun mendadak operasi harus segera dilaksanakan pada Sabtu itu dan Trump dipanggil pulang dari bermain golf

Beberapa saat setelah Trump berada di Situation Room, sekitar pukul 17.00 waktu Amerika, helikopter AS lepas landas dari pangkalan udara mereka di Irak dan terbang sekitar 500 mil di atas 'wilayah yang sangat sangat berbahaya', sebuah perjalanan yang berlangsung lebih dari satu jam.

Tim harus melintasi wilayah udara Rusia, Suriah, dan Turki untuk mencapai tujuan mereka. Dengan ketegangan saat ini di wilayah itu, mereka bisa dengan mudah dikira sebagai pasukan pemberontak.

Baca juga: Abu Bakr al-Baghdadi, Pimpinan ISIS yang Dijuluki Hantu

Komandan AS lalu memberi tahu dan meminta izin Moskow, Damaskus, dan Ankara bahwa pesawat AS akan melintasi wilayahnya. Sesuatu 'yang besar' yang mereka 'inginkan' akan terjadi. 

Ketika helikopter, campuran Chinooks dan Black Hawks, mendekati kompleks di provinsi Idlib yang dirusak-perang, dekat perbatasan Turki, serangan pun dimulai.

Pasukan menyerbu masuk

Khawatir dengan pintu depan yang dibuat jebakan, para prajurit elit Delta Force meledakkan dinding samping. Pasukan elit mendapati dua istri al-Baghdadi yang mengenakan rompi bunuh diri yang untungnya tidak meledak, namun terbunuh dalam baku tembak berikutnya, bersama dengan sejumlah besar pejuang dan sahabat Baghdadi.

Ketika mereka membersihkan gedung dengan hati-hati, melacak kamar demi kamar dalam kegelapan, seorang pembicara berbahasa Arab berseru, mendesak Baghdadi untuk menyerah.

Menghabiskan saat-saat terakhirnya dalam ketakutan yang sangat, dalam kepanikan dan ketakutan.

Baghdadi tak mau menyerah. Ia berlari ke arah terowongan dengan membawa tiga anaknya. Ia berusaha menarik pasukan Delta Force masuk ke terowongan. Namun pasukan Delta Force telah mempelajari dan menghafal setiap sudut rumah tersebut, setiap tempat persembunyian, dan setiap kemungkinan rute pelarian.

ISISPandangan udara diambil pada tanggal 27 Oktober 2019, menunjukkan kompleks berdinding hancur setelah dihantam oleh tembakan helikopter. (Foto: dailymail.co.uk)

Ketika Delta Force melangkah lebih jauh, mereka membantu 11 anak keluar hidup-hidup. Sementara, pasukan setia Baghdadi, menyadari waktu mereka sudah habis, menyerah. Trump mengatakan ada lebih banyak yang mati daripada hidup setelahnya.

Setelah kompleks itu dikosongkan dari yang lain, pasukan Delta Force dan anjing-anjing terlatih mereka mengejar Baghdadi ke dalam terowongan bawah tanah. 

Para prajurit tahu itu jalan buntu dan tidak ada jalan keluar, jadi berjalan perlahan. Mereka hanya mengirim anjing-anjing yang sangat terlatih.

Target turun

Pada saat itulah perintah menangkap atau membunuh Baghdadi berakhir ketika ia meledakkan rompi bunuh diri, membunuh dirinya sendiri, dan tiga anaknya. 

Di Gedung Putih, setelah diberitahu tentang ledakan itu, mereka menahan napas. Kembali di terowongan, tim elit menggali puing-puing. Tidak banyak dari tubuh Baghdadi yang tersisa, tetapi cukup untuk tes DNA menggunakan kit kecil.

Dalam 15 menit, berita mengalir deras ke Situation Room di radio: '100 persen Jackpot.'

Jackpot dianggap sebagai nama kode yang diberikan AS kepada Baghdadi, nama yang sama yang mereka berikan kepada Osama Bin Laden selama operasi serupa di 2011.

Operasi Bin Laden secara keseluruhan diberi nama rahasia 'Operation Neptune Spear', merujuk pada trisula di lambang Tim Enam SEAL yang mengejar teroris.

Kali ini, misi untuk Baghdadi diberi sentuhan yang lebih manusiawi, dinamai sesuai dengan nama pekerja hak asasi manusia AS Kayla Mueller, yang ditangkap dan dibunuh oleh ISIS.  Menurut AS, Kayla Mueller sempat menjadi tahanan pribadi Baghdadi sebelum dia dibunuh.

Delta Force lalu mengumpulkan setiap komputer, setiap telepon, setiap kertas yang mereka dapat temukan dengan harapan itu akan membawa mereka lebih dekat untuk melacak mereka yang masih setia pada ISIS. Dua jam setelah mereka mendarat, tim kembali ke udara, dibawa ke tempat yang aman, menuju keluar dari Suriah di sepanjang jalan yang sama yang mereka ambil untuk masuk.

ISISPandangan satelit tentang kediaman pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi, sebelum serangan udara. Kompleks di kanan atas gambar itu dilenyapkan setelah penyerangan oleh pasukan AS. (Foto: dailymail.co.uk)

Tindakan terakhir adalah memanggil serangan udara drone AS, meledakkan tempat persembunyian Baghdadi menjadi puing-puing, menghapusnya dari permukaan bumi dan menutupi jejak mereka.

Ketika pasukan Delta Force kembali dengan selamat, dan sama sekali tak ada yang terbunuh, Donald Trump menyalakan Twitter-nya untuk menggoda dunia dengan pesan samar: "Sesuatu yang sangat besar baru saja terjadi!"

Baca juga: Susul Abu Bakar al-Baghdadi, Juru Bicara ISIS Tewas

Trump kemudian tetap diam sampai menyampaikan berita pada Minggu pagi, kepada wartawan: "Tadi malam, Amerika Serikat membawa pemimpin teroris nomor satu di dunia itu ke pengadilan."

Presiden Donald Trump menyatakan pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi tewas setelah serangan militer AS di Suriah barat laut. 

"Abu Bakar al-Baghdadi sudah mati," kata Trump di Gedung Putih.

"Dia mati seperti pengecut," kata Trump. "Dunia sekarang menjadi tempat yang jauh lebih aman."

Trump menggambarkan situasi itu, dengan mengatakan pemimpin ISIS "menghabiskan saat-saat terakhirnya dalam ketakutan yang sangat, dalam kepanikan dan ketakutan, takut akan pasukan Amerika yang menjatuhkannya."

Beberapa pejuang ISIS dan kawan-kawan Baghdadi terbunuh, termasuk dua wanita yang mengenakan rompi bunuh diri dan tiga anak. Trump tidak menyebut berapa jumlah korban secara pasti. Ia  hanya menggambarkan mereka yang ditargetkan di tempat kejadian sebagai "lebih mati daripada hidup." 

ISISWarga Suriah berjalan melewati sebuah van yang rusak di lokasi tembakan helikopter yang dilaporkan menewaskan sembilan orang termasuk pemimpin ISIS di dekat desa Barisha di Suriah barat laut. (Foto: AFP via Getty Images)

Sebelas anak dipindahkan dari rumah dan tidak terluka, kata Trump.
Kematian Baghdadi menandai puncak perburuan selama bertahun-tahun untuk menemukan salah satu teroris yang paling dicari di dunia dan orang yang mendeklarasikan apa yang disebut kekhalifahan Islam di Irak dan Suriah pada tahun 2014. 

Trump menambahkan pasukan AS memperoleh "bahan dan informasi yang sangat sensitif mengenai Baghdadi, asal-usul, rencana masa depan, hal-hal yang sangat kami inginkan."

Trump mengatakan kepada wartawan Baghdadi berada di bawah pengawasan selama beberapa minggu dan bahwa dua atau tiga misi yang direncanakan dibatalkan sebelum misi terakhir ini berhasil dilaksanakan. 

Sebelumnya, pada Kamis, Trump dan Wapres Pence diberi tahu ada kemungkinan besar operasi akan dilaksanakan. Trump kemudian mengarahkan komandan militernya untuk mengembangkan opsi. Pilihan disajikan pada pertemuan Jumat pagi. Intelejen memberi opsi dapat ditindaklanjuti yang memungkinkan Presiden untuk membuat keputusan untuk bergerak maju dengan serangan pada Sabtu pagi, kata Pence. []

Sumber: dailymail.co.uk


Berita terkait
Ketika Pemimpin ISIS Baghdadi Diburu Pasukan AS
Apa yang sedang dilakukan pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi ketika pasukan Amerika Serikat memburunya?
Sederet Fakta Abu Bakr al-Baghdadi Pemimpin ISIS
Kabar kematian pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi menyebar ke penjuru dunia. Berikut sederet fakta sosok yang disebut teroris global khusus.
2.000 Warga Indonesia Bergabung dengan ISIS
Sebanyak 2.000 warga negara Indonesia sudah berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.
0
China Tuduh Amerika Politisasi Asal Muasal Virus Corona
China mengecam langkah Amerika Serikat melacak asal muasal virus corona yang disebut China sebagai “mempolitisasi” pelacakan