UNTUK INDONESIA

Aung San Suu Kyi Tampil Pertama Kali di Pengadilan Myanmar

Aung San Suu Kyi, pimpinan sipil de facto Myanmar tampil pertama di depan umum dejak kudeta militer 1 Februari 2021
Pendukung Aung San Suu Kyi membawa gambar Pemimpin Myanmar tersebut dengan mengacungkan tiga jari, saat menggelar aksi protes di depan Kedutaan Myanmar di Bangkok, Thailand, 8 Februari 2021 (Foto: Dok/voaindonesia.com/AP).

Jakarta – Aung San Suu Kyi, pemimpin sipil de facto Myanmar yang dikudeta militer, hadir di pengadilan hari Senin, 1 Maret 2021. Ini adalah penampilan pertama Suu Kyi di depan publik sejak ia dan anggota-anggota pemerintah sipil Myanmar lainnya disingkirkan dari jabatan mereka dan ditahan oleh militer pada 1 Februari 2021.

Pengacara Suu Kyi mengatakan, pemimpin de facto berusia 75 tahun itu yang digulingkan itu tampak sehat sewaktu tampil melalui telekonferensi di Ibu Kota Myanmar, Naypyitaw. Pengacara itu mengatakan, para jaksa mendakwanya dengan dua kejahatan baru dalam sidang tersebut, yakni berusaha menyulut keresahan publik dan melanggar satu pasal dalam UU telekomunikasi mengenai pengoperasian perangkat tanpa izin.

gambar freePara pengunjuk rasa mengenakan topeng sosok Aung San Suu Kyi, dalam aksi protes di Yangon, Myanmar, 28 Februari 2021 (Foto: Dok/voaindonesia.com/Reuters).

Suu Kyi telah dikenai dakwaan mengimpor dan menggunakan secara ilegal enam radio walkie-talkie tak terdaftar yang ditemukan dalam penggeledahan di rumahnya, dan karena melanggar UU bencana alam negara itu dengan mengadakan pertemuan umum, suatu pelanggaran protokol Covid-19.

Sementara itu, pasukan keamanan menggunakan gas air mata dan granat kejut untuk membubarkan demonstran di Yangon, Senin, 1 Maret 2021, sehari setelah 18 orang di berbagai penjuru negara itu tewas dan lebih dari 30 lainnya cedera dalam hari demonstrasi yang paling banyak menimbulkan korban jiwa sejak kudeta, sebut Kantor HAM PBB.

pengunjuk rasa lariPara pengunjuk rasa lari ketika pihak berwenang menembakkan gas air mata untuk membubarkan aksi demo menentang kudeta militer di Yangon, 1 Maret 2021. (Foto: voaindonesia.com - STR/AFP)

Para saksi mata dalam protes berdarah hari Minggu menyatakan polisi menggunakan gas air mata, peluru karet, meriam air dan dalam beberapa kasus melepaskan tembakan dengan peluru tajam di Yangon, kota terbesar di Myanmar. Menurut Kantor Berita Associated Press, foto-foto selongsong peluru tajam itu diposting di media sosial. Berbagai video media menunjukkan para demonstran menyeret sebagian dari korban cedera keluar dari protes, meninggalkan jejak noda darah di jalan aspal.

Polisi juga secara agresif berusaha membubarkan protes di kota-kota lain, termasuk di Mandalay dan Dawei.

“Sepanjang hari, di beberapa lokasi di seluruh penjuru negara, polisi dan pasukan militer berhadapan dengan demonstran damai, menggunakan kekuatan yang mematikan maupun yang tidak,” sebut pernyataan dari juru bicara kantor HAM PBB Ravina Shamdasani.

Pernyataan itu juga meminta militer agar “segera menghentikan penggunaan kekuatan terhadap demonstran damai.”

tweet unTweet UN terkait dengan jumlah demonstran yang tewas di Myanmar (Foto: voaindonesia.com)

Juga hari Minggu, pelapor khusus PBB Tom Andrews merilis pernyataan yang memuat beberapa opsi untuk ditindaklanjuti oleh negara-negara anggota PBB dan dewan keamanan.

“Sementara junta militer Myanmar meningkatkan kekerasannya terhadap rakyat, saya yakin komunitas internasional wajib meningkatkan tanggapannya,” kata Andrews.

Di antara opsi-opsi yang dibeberkan dalam pernyataannya adalah embargo senjata global, sanksi-saksi terhadap bisnis yang dimiliki atau dikendalikan oleh junta, dan menyelenggarakan sidang Dewan Keamanan PBB untuk membahas isu tersebut. Mengenai sanksi-sanksi, Andrews mendesak negara-negara yang telah menetapkannya agar “segera mempertimbangkan tambahannya.” (uh/ab)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Junta Militer Myanmar Perpanjang Penahanan Aung San Suu Kyi
Para pemimpin junta militer Myanmar telah memperpanjang penahanan terhadap pemimpin sipil de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi
Aung San Suu Kyi Bisa Ditahan Militer Myanmar Tak Terbatas
Polisi Myanmar mengajukan dakwaan baru terhadap pemimpin Myanmar tersingkir, Aung San Suu Kyi, membuat Suu Kyi bisa ditahan tanpa batas
Unjuk Rasa Warga Myanmar Tuntut Pembebasan Aung San Suu Kyi
Puluhan ribu warga Myanmar berunjuk rasa di seluruh kota di Myanmar, 7 Februari 2021, protes kudeta dan tuntut pembebasan Aung San Suu Kyi
0
Aung San Suu Kyi Tampil Pertama Kali di Pengadilan Myanmar
Aung San Suu Kyi, pimpinan sipil de facto Myanmar tampil pertama di depan umum dejak kudeta militer 1 Februari 2021