Atlet Lari Belarus Dipaksa Pulang Dari Olimpiade Tokyo 2020

Atlet lari Belarus, Eropa, Krystsina Tsimanouskaya, mengaku dipaksa pulang setelah mengkritik federasinya secara terbuka
Fotografer Kantor Berita Reuters mengabadikan momen ketika Tsimanouskaya berdiri di bandara Haneda, Tokyo, Jepang, bersama sejumlah petugas kepolisian (Foto: dw.com/id)

Tokyo - Atlet lari Belarus, Eropa, Krystsina Tsimanouskaya, mengaku dipaksa pulang setelah mengkritik federasinya secara terbuka dan menolak naik pesawat kembali ke negaranya. Namun, pejabat pemerintahan Belarus menyangkal pernyataan tersebut.

Pelari cepat Tsimanouskaya akhirnya selamat setelah menolak untuk naik penerbangan dari Tokyo menuju negara asalnya pada Minggu, 1 Agustus 2021. Dia dipaksa pulang oleh timnya.

Menurut sebuah LSM pendukung atlet yang berkonflik dengan rezim otoriter Belarus, Tsimanouskaya dicopot setelah mengkritik pejabat federasi. Atlet berusia 24 tahun itu secara terbuka menolak untuk dimasukkan ke dalam estafet 400 meter putri tanpa pemberitahuan sebelumnya. Dia mengaku belum pernah mengikuti lomba tersebut sebelumnya.

Potret Tsimanouskaya saat berlomba di italiaPotret Tsimanouskaya saat berlomba dalam sprint 200 meter di Italia pada tahun 2019 (Foto: dw.com/id)

1. Staf Pelatih Minta Tsimanouskaya untuk Berkemas

Tsimanouskaya mengatakan staf pelatih datang ke kamarnya pada Minggu, 1 Agustus 2021, dan menyuruhnya untuk berkemas. Dia kemudian dibawa ke bandara oleh perwakilan dari tim Olimpiade Belarus. Namun, dia menolak untuk naik ke pesawat dan mengatakan kepada kantor berita Reuters dalam sebuah pesan melalui Telegram: "Saya tidak akan kembali ke Belarus."

Tsimanouskaya meminta polisi Jepang di Bandara Haneda, Tokyo, untuk melindunginya. Dia juga muncul dalam sebuah video yang diposting di situs web Yayasan Solidaritas Olahraga Belarusia (BSSF) dan meminta Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk membantunya.

"Saya berada di bawah tekanan dan mereka berusaha membawa saya ke luar negeri tanpa persetujuan. Saya meminta Komite Olimpiade Internasional untuk ikut campur," kata Tsimanouskaya dalam video tersebut.

2. Tsimanouskaya Dalam Kondisi Aman

IOC mengatakan telah berbicara dengan Tsimanouskaya dan saat ini dia bersama seorang pejabat Olimpiade Tokyo 2020. Pernyataan itu diambil dari kutipan Tsimanouskaya yang mengatakan dia merasa "aman."

IOC dan Olimpiade Tokyo 2020 akan melanjutkan percakapan dengan Tsimanouskaya dan pihak berwenang "untuk menentukan langkah selanjutnya dalam beberapa hari mendatang."

Juru bicara pemerintah Jepang juga menegaskan dia aman. Kepala Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato menambahkan selama konferensi pers bahwa pihak berwenang, termasuk Komite Olimpiade Internasional, sedang bekerja untuk mengkonfirmasi niatnya, dan bahwa Jepang akan mengambil "langkah-langkah yang tepat" bekerja sama dengan badan-badan lain.

Badan pengungsi PBB UNHCR dan kepolisian Jepang terlibat dalam situasi tersebut, kata Reuters, mengutip seorang pejabat IOC.

3. Pemimpin Oposisi yang Diasingkan Angkat Bicara

Pemimpin oposisi Belarus yang diasingkan, Sviatlana Tsikhanouskaya, menulis di Twitter bahwa pelari Olimpiade "dipaksa oleh rezim" untuk meninggalkan Olimpiade dan bahwa atlet itu "takut untuk kembali ke Minsk."

"Tidak ada atlet yang harus dipaksa seperti ini," tambah Tsikhanouskaya.

twit sviatlanaTweet Sviatlana Tsikhanouskaya @Tsihanouskaya (Foto: dw.com/id)

4. Komentar Tsimanouskaya di Instagram

Tsimanouskaya berlari di nomor 100 meter putri pada Jumat (30/07) dan dijadwalkan berlari di nomor 200 meter pada Senin, 2 Agustus 2021, bersama dengan estafet 4x400 meter pada Kamis (05/08).

Tsimanouskaya mengatakan dia telah dikeluarkan dari tim karena "fakta bahwa saya berbicara di Instagram tentang kelalaian pelatih kami."

"Beberapa gadis kami tidak terbang ke sini untuk berkompetisi dalam estafet 4x400 meter karena mereka tidak memiliki cukup tes doping," kata Tsimanouskaya kepada kantor berita Reuters.

"Dan pelatih menambahkan saya ke estafet tanpa sepengetahuan saya. Saya berbicara tentang ini di depan umum. Pelatih kepala datang kepada saya dan mengatakan ada perintah dari atas untuk mengeluarkan saya," katanya.

5. Penolakan Resmi

Kepala tim atletik Belarus di Tokyo, Yuri Moisevich, mengatakan kepada penyiar milik negara STV bahwa keputusan telah diambil untuk melakukan perubahan pada tim estafet, tetapi mereka tidak segera mengumumkannya agar tidak mengganggu persiapan para atlet.

"Kami bermaksud untuk menceritakan segalanya, untuk menjelaskannya, terutama karena dia adalah seorang cadangan," kata Moisevich.

Komite Olimpiade Belarus juga mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Tsimanouskaya telah meninggalkan kompetisi atas saran medis. Ini mengutip masalah dengan "keadaan emosional dan psikologisnya."

IOC telah meminta Komite Olimpiade Nasional Belarus untuk memberi tanggapan secara lengkap.

Sebuah sumber di LSM mengatakan Tsimanouskaya berencana untuk meminta suaka di Jerman atau Austria pada Senin, 2 Agustus 2021[ha/hp (AFP, Reuters, dpa, AP)]/dw.com/id. []

Berita terkait
Skandal Atlet Konsumsi Minuman Beralkohol di Olimpiade
Sejumlah atlet terlihat minum-minum di taman perkampungan atlet, padahal hal itu dilarang karena hanya dibolehkan di kamar
0
Atlet Lari Belarus Dipaksa Pulang Dari Olimpiade Tokyo 2020
Atlet lari Belarus, Eropa, Krystsina Tsimanouskaya, mengaku dipaksa pulang setelah mengkritik federasinya secara terbuka