UNTUK INDONESIA
Atal Sembiring Depari Janji Tingkatkan Kemampuan Wartawan
Atal mengapresiasi salah satu program Hendry, yaitu mengusulkan tunjangan dari pemerintah untuk wartawan yang sudah memiliki sertifikat kompetensi.
Ketua Umum PWI terpilih Atal Sembiring Depari (tengah) diangkat pendukunganya usai memenangi penghitungan suara Pemilihan Ketua Umum pada Kongres Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) XXIV di Hotel Sunan Solo, Jawa Tengah, Sabtu (29/9/2018). Atal Sembiring Depari terpilih sebagai Ketua Umum PWI masa tugas 2018-2023 setelah meraih suara terbanyak dengan 38 suara mengungguli lawannya Hendry Ch. Bangun dengan 35 suara. (Foto: Ant/Mohammad Ayudha)

Jakarta, (Tagar 29/9/2018) - Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) periode 2018-2023 Atal Sembiring Depari berjanji meningkatkan kemampuan wartawan melalui berbagai program kependidikan yang selama ini dilaksanakan oleh PWI.

Hal yang harus dilakukan oleh PWI bagaimana bisa meningkatkan kompetensi dan martabat wartawan, baik itu melalui Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI) maupun Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Pelaksanaan UKW dan SJI selama ini dinilainya sudah baik, tetapi belum dapat memenuhi kebutuhan wartawan karena kapasitas kepesertaan yang masih sedikit dan biaya yang cukup mahal.

"Untuk melaksanakan kegiatan seperti ini paling tidak daerah harus menyediakan anggaran lebih dari Rp 200 juta. Selain itu, waktu pelaksanaan juga lebih lama sehingga peserta enggan karena harus izin kantor hingga dua minggu," kata Atal.

Sebagai salah satu solusinya, dia akan mengadakan kelas dalam jaringan. Satu hal yang pasti, PWI tidak boleh ketinggalan zaman, termasuk dalam hal menyesuaikan diri dengan zaman "now".

"'Online' ini merupakan program yang akan kami laksanakan pada tahun pertama kepemimpinan saya," kata dia.

Pada kesempatan tersebut, Atal juga mengatakan wartawan harus beradaptasi dengan semua media, salah satunya media digital.

"Saat ini dagangan tidak bisa laku jika cukup dengan satu 'gadget'. Media juga begitu, selama ini banyak ulasan, koran bisa mati, televisi 10-20 tahun lagi pindah ke TV streaming. Kita harus siap," ucapnya.

Meski demikian, dia optimistis bahwa profesi wartawan tidak akan mati, asalkan wartawan beradaptasi dengan kemajuan pesat teknologi.

"Di satu sisi teknologi mengancam kita, tetapi di sisi lain juga memberikan peluang," tuturnya.
Sampai kapan pun profesi wartawan tidak akan bisa digantikan oleh robot karena ada Kode Etik Jurnalistik yang harus dipatuhi.

"Robot kan tidak pakai hati, tidak tahu apa itu Kode Etik Jurnalistik, jadi yang membuat berita tetap wartawan. Ini yang harus kita latih," ujar Atal.

Profil Atal S Depari

Atal yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Bidang Daerah PWI Pusat pada Kongres XXIV PWI berhasil mengalahkan Hendry Ch Bangun yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PWI Pusat.

Pada kesempatan tersebut, dari 73 suara yang diperebutkan, pria kelahiran Seberaya pada 4 Januari 1954 ini berhasil mengumpulkan 38 suara.

Pesaingnya, Hendry Ch Bangun mengumpulkan 35 suara sehingga dengan demikian Atal dinyatakan terpilih menjadi Ketua Umum PWI, menggantikan Margiono yang sebelumnya menjabat selama dua periode.

Atal Sembiring DepariKetua Umum PWI terpilih Atal Sembiring Depari (kiri) merangkul lawannya Hendry Ch Bangun (kanan) usai penghitungan suara pemilihan ketua umum pada Kongres Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) XXIV di Hotel Sunan Solo, Jawa Tengah, Sabtu (29/9/2018). Atal Sembiring Depari terpilih sebagai Ketua Umum PWI masa tugas 2018-2023 setelah meraih suara terbanyak dengan 38 suara mengungguli lawannya Hendry Ch. Bangun dengan 35 suara. (Foto: Ant/Mohammad Ayudha)

Pada awal penjaringan calon ketua umum, mencuat tiga nama, yakni Hendry Ch Bangun, Atal Sembiring Depari, dan Sasongko Tedjo. Namun, Sasongko menyatakan tidak bersedia dicalonkan.

Dengan demikian hanya Hendry dan Atal yang menjadi calon. Pada awal penjaringan calon, Atal meraih 19 suara, Hendry 16 suara, Sasongko 1 suara, dan dua suara tidak sah.

Meski berhasil mengalahkan Hendry, Atal berjanji merangkul Hendry untuk merealisasikan proram-programnya. Bahkan, Atal juga mengapresiasi salah satu program Hendry, yaitu mengusulkan tunjangan dari pemerintah untuk wartawan yang sudah memiliki sertifikat kompetensi.

"Itu tadi idenya Pak Hendry, diperjuangkan mungkin bisa, dibiayai oleh pemerintah. Kita bisa bersama-sama mewujudkan itu," jelasnya.

Saat ini, Atal merupakan Pempimpin Umum sekaligus Penanggung Jawa online sportanews.com dan media suarakarya.id.

Atal pertama kali terjun di dunia media massa pada 1975 sebagai korektor, "layoutman", dan "draftman" Harian Umum Sinar Pagi.

Selanjutnya, pada 1977 Atal yang saat ini tinggal di Tangerang Selatan tersebut, menjadi wartawan hiburan di harian yang sama, dan pada 1997 berhasil menjadi Pemimpin Redaksi Harian Umum Sinar Pagi.

Pada 1999, ia berhasil menjadi Pemimpin Umum Redaksi Harian Umum Berita Kota.

Berharap

Pada pembukaan kongres di Hotel Sunan, Jumat (28/9), Presiden Joko Widodo berharap PWI bisa menjadi pedoman untuk memberikan berita yang benar.

Menurut Kepala Negara, saat ini masyarakat membutuhkan informasi berkualitas mengingat terlalu banyak berita yang tidak jelas juntrungannya.

"Buktikan kepada rakyat bahwa media merupakan sumber informasi yang kredibel dan berkualitas. Indonesia butuh wartawan berdedikasi tinggi dan menjaga martabat. Satu artikel dari dirinya turut menentukan persepsi publik dan masa depan negara kita," kata Presiden.

Menurut Presiden, media massa harus membangun "check and balance" serta memperkuat partisipasi warga dan mewujudkan pemerintahan yang akuntabel.

Presiden juga mengatakan bahwa kritik yang disuarakan media massa dalam demokrasi adalah sesuatu yang wajar karena dengan kritik, pemerintah bisa membenahi kekurangan yang ada.

"Akan tetapi kritik beda dengan fitnah dan provokasi, juga bukan mencari kesalahan dan nyinyir," terang Presiden.

Presiden Jokowi mengingatkan semua pihak agar tidak menghalangi kerja wartawan dan melakukan kekerasan kepada jurnalis.

"Kebebasan pers menjadi hal utama. Saya juga meminta pemilik media massa agar memperhatikan kesejahteraan wartawan," kata dia.

Dia juga meminta wartawan menjadi pencegah hoaks mengingat saat ini banyak informasi yang tidak bisa dipastikan kebenarannya.

"Dengan hadirnya media sosial, setiap orang bisa menjadi wartawan dan pemimpin redaksi. Rapat redaksi yang tertata diganti oleh medsos. Tantangan lain adalah munculnya hoaks, memanfatkan peluang kebebasan dan demokrasi yang tersedia. Di sinilah saya melihat pentingnya PWI, pentingnya media massa untuk memberikan informasi yang benar kepada masyarakat," kata Presiden Jokowi seperti dikutip Antaranews. []

Berita terkait
0
Wakil Wali Kota Bandung Dukung Wartawan Tingkatkan Kapasitas
Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengimbau agar para wartawan dan humas terus meningkatkan kapasitas dan profesionalismenya.