Aplikasi Gredu Penghubung Guru, Orang Tua dan Murid

Gredu meluncurkan aplikasi yang mampu memfasilitasi komunikasi dan memaksimalkan peran antara orang tua, murid dan guru, bernama Gredu.
Apilkasi Gredu. (Foto: Tagar/Dicky Kurniawan)

Jakarta - Perusahaan teknologi di bidang pendidikan, Gredu meluncurkan aplikasi yang mampu memfasilitasi komunikasi dan memaksimalkan peran antara orang tua, murid dan guru, bernama Gredu.

CEO Gredu Rizky Anies mengatakan aplikasi ini ditujukan untuk memudahkan pekerjaan administratif guru, agar keinginan guru untuk membantu murid belajar dengan optimal tidak terkendala dengan semua masalah pekerjaan administrasi.

Aplikasi GreduPeluncuran aplikasi Gredu di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 20 Januari 2020. (Foto: Tagar/Dicky Kurniawan)

"Kesadaran akan pentingnya kemajuan pendidikan Indonesia, membuat Gredu mewujudkan komitmennya dengan menghadirkan sebuah solusi digitalisasi lingkungan sekolah yang dapat menangani tugas-tugas administrasi sekolah. Harapannya, hal ini dapat menciptakan proses belajar dan mengajar yang lebih efisien, efektif, transparan dan terukur," ujar Rizky dalam sambutannya di Jakarta, Senin, 20 Desember 2020.

Dalam Gredu, akan dibuat sebuah sistem manajemen terpusat yang didukung dengan aplikasi yang terpisah untuk guru, orang tua dan murid. 

Selain itu, terdapat juga bantuan teknis yang mencangkup penyediaan platform, modul, serta server yang memungkinkan sekolah untuk mengintegrasikan peran guru, orang tua dan murid dalam satu kontrol yang sederhana.

Kepala Bidang Pengembangan Teknologi Pembelajaran Berbasis Multimedia dan Web, Pusat Teknologi dan Komunikasi (Pustekkom) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Hasan Chabibie mengatakan sangat mengapresiasi atas peluncuran aplikasi yang dapat membantu persoalan-persoalan yang ada di dunia pendidikan.

Aplikasi GreduTangkapan layar aplikasi Gredu. (Foto: Tagar/Dicky Kurniawan)

"Saya ucapkan selamat atas peluncuran teknologi ini. Saya berharap Gredu dapat membantu dan menjawab persoalan-persoalan yang ada di dunia pendidikan saat ini. Teknologi tidak bisa menggantikan guru, tapi guru yang tidak memanfaatkan teknologi, akan digerus oleh teknlogi itu sendiri," kata Hasan

Dalam pelaksanaannya, Gredu telah mendapatkan dukungan investasi asing, yakni funding Pre-A Series yang akan digunakan untuk mengembangkan aplikasi. Tak hanya itu, Gredu juga sudah menjalin kerja sama 200 sekolah swasta dan negeri untuk memberikan digitalisasi di lingkungan sekolah.

Gredu sendiri memiliki empat produk aplikasi yang diperuntukkan bagi masing-masing pihak, yakni School Management System, Gredu Teacher, Gredu Parent dan Gredu Student.

School Management System merupakan aplikasi administrasi yang dikhususkan untuk meringankan beban administrasi sekolah. Gredu Teacher dikhususkan bagi guru dalam memantau kehadiran murid, membuat soal ujian sekaligus menilainya, dan membuat perencanaan aktivitas di kelas.

Sementara itu, Gradu Parent merupakan aplikasi yang diperuntukkan bagi orang tua agar dapat terus memantau perkembangan pembelajaran dan aktivitas yang dilakukan oleh murid di sekolah, termasuk di dalamnya melihat hasil ujian, daftar kehadiran dan rekomendasi yang diberikan secara langsung oleh guru.

Terakhir adalah Gredu Student, platform ini bisa diakses melalui web dan ponsel yang di dalamnya dapat terlihat nilai, kehadiran serta jadwal aktivitas pembelajaran dengan cepat. Tak hanya itu, murid juga dapat menggunakan e-book yang tersedia di aplikasi ponsel. []

Berita terkait
5 Aplikasi Pengusir Bosan Saat Perjalanan Liburan
Perjalanan jauh keluar kota menuju tempat wisata dalam rangka mengisi liburan akhir tahun sungguh menyenangkan.
Google dan Apple Hapus Aplikasi Mata-mata ToTok
Apple dan Google menghapus sebuah aplikasi pengiriman pesan instan bernama ToTok, yang diduga merupakan aplikasi mata-mata milik Uni Emirat Arab.
Ketahui Kebutuhan Vitamin Lewat Aplikasi Jovee
Aplikasi Jovee bisa mengecek kebutuhan asupan vitamin setiap orang.
0
Ditemukan 215 Kerangka Anak-anak Penduduk Asli di Kanada
PM Kanada sebut penemuan lebih dari 200 kerangka anak-anak yang dikubur di bekas sekolah asrama penduduk asli bukan insiden terpisah