Jakarta, (Tagar 14/3/2019) - Beberapa tahun belakangan ini penyakit ginjal kronis menjadi penyakit yang tren di Indonesia. Penyakit ini diketahui sebagai penyakit berbiaya tinggi dan secara komplikasi dapat membahayakan jiwa penderita.

"Kecenderungan meningkatnya tren penderita penyakit ginjal kronis itu menyadarkan pentingnya menggalakkan upaya preventif dan promotif, serta screening bagi masyarakat. Terutama yang mempunyai risiko tinggi," tutur Ketua Umum Perhimpunan Neflologi Indonesia (PERNEFRI), dr Aida Lydia, PhD., Sp. PD-KGH, Rabu (14/3).

Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI, dr. Cut Putri Arianie, MHKes menegaskan bahwa penyakit ginjal kronis bersifat irreversible, artinya tidak bisa menjadi normal kembali, yang bisa dilakukan hanya mempertahankan fungsi ginjal yang ada.

Salah satu perawatan penderita ginjal kronis dengan hemodialysis atau lebih dikenal dengan sebutan cuci darah. Perawatan ini dapat mencegah kematian, tetapi tidak dapat menyembuhkan atau memulihkan fungsi ginjal secara keseluruhan. 

Pasien harus menjalani terapi dialysis sepanjang hidupnya, biasanya dilakukan 1 sampai 3 kali seminggu atau sampai mendapat ginjal baru melalui operasi pencangkokan ginjal.

"Sebagian besar penyebab gagal ginjal karena faktor risiko perilaku yang kurang sehat menjadi faktor risiko utama terjadinya penyakit tidak menular, " terang dr. Cut Putri.

Melengkapi pernyataan tersebut, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan RI tahun 2013 menunjukkan data bahwa, penduduk Indonesia kurang aktifitas fisik (26,1%), penduduk usia sekitar 15 tahun merupakan perokok aktif (36,3%), penduduk > 10 tahun kurang mengonsumsi buah dan sayur (93%), serta penduduk >10 tahun memiliki kebiasaan minum minuman beralkohol (4,6%).

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga mempunyai risiko terkena ginjal kronis. Bahkan pada usia dini atau bayi. Oleh karena itu, penting mendorong deteksi dini dan penerapan pola hidup yang sehat sejak Ibunya mengandung lahir, tumbuh, membesar dan terus berlanjut hingga masa tuanya.

Guna mencegah gagal ginjal kronis, Kemenkes mengajak masyarakat untuk CERDIK yaitu Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin beraktifitas fisik, Diet yang baik dan seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stress.

"Kami harap masyarakat Indonesia mencegah penyakit ginjal kronis dengan CERDIK," tutup dr. Cut Putri. []