Anies Usul Sepeda Masuk Tol, PSI: Tidak Masuk Akal

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI William Aditya Sarana menilai rencana sepeda masuk tol oleh Gubernur Anies Baswedan tidak masuk akal.
William Aditya Sarana. (Foto: Instagram/@willsarana)

Jakarta - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Aditya Sarana mempertanyakan gagasan Gubernur Anies Baswedan ihwal rencana sepeda jenis road bike diperbolehkan masuk jalan tol. 

Menurut dia, ide tersebut sengaja digulirkan untuk mengalihkan isu, lantaran angka lonjakan warga DKI yang terkonfirmasi virus corona atau Covid-19 (C-19) tergolong tinggi. 

Kebijakan yang dikeluarkan oleh pak Gubernur Anies Baswedan itu banyak yang tidak masuk akal akhir-akhir ini.

"Kalau menurut saya ini bisa jadi suatu pengalihan isu yang tidak perlu. Seharusnya Pak Gubernur Anies Baswedan lebih fokus kepada penanganan Covid-19, karena posivity rate dari Covid-19 di DKI Jakarta itu sempat menembus 100 dan itu suatu angka yang sangat mengerikan," kata William saat menjadi pembicara di kanal YouTub e Tagar TV, dilihat Kamis, 3 September 2020.

Baca juga: Sepeda Masuk Tol dan Sederet Anomali Anies Baswedan

"DKI Jakarta sebagai ibu kota metropolitan, kasus Covid-19 nya tidak semakin membaik, tapi semakin mengerikan, dan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pak Gubernur Anies Baswedan itu banyak yang tidak masuk akal akhir-akhir ini," ucapnya menambahkan.

Kemudian, William berpendapat, Gubernur Anies acap kali membuat kebijakan yang kontradiksi dengan penanganan Covid-19. Misalnya, mengadakan car free day (CFD), usaha untuk membuka bioskop, teranyar berusaha menggunakan jalan tol sebagai jalur sepeda.

Baca juga: Masa Pandemi, Pengusaha Makassar Bagi Sepeda Motor

"Menurut saya ini adalah kebijakan-kebijakan tidak berdasar dan bisa jadi membahayakan masyarakat DKI Jakarta," ucap William.

Dia menyarankan, kalau memang Gubernur Anies peduli terhadap pesepeda di DKI Jakarta dan peduli terhadap lingkungan, maka harus membuat jalur bersepeda yang aman dan terintegrasi dengan transportasi umum.

Mengenai rencana kebijakan sepeda bisa masuk jalan tol, kata William, harus dipelajari dengan detail. Sebab, bertentangan dengan Peraturan Menterian Perhubungan Nomor 111 tahun 2015, mengenai batas minimum kecepatan di tol antara 60-100 Km per jam.

Kemudian, apabila hal itu diterapkan, maka berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi, karena jalur sepeda dipastikan bersebelahan dengan truk pengangkut logistik.

"Kalau misalnya ada sepeda di sana, di mana pembatas antara jalur sepeda dengan jalur mobil hanya rubber cone yang saya dengar. Itu pasti akan membahayakan pesepeda. Apalagi kalau misalnya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan," kata William. 

Untuk diketahui usulan Anies Baswedan ingin ketentuan sepeda yang masuk tol hanya jenis road bike. Namun, berdasarkan keterangan Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo penerapannya tidak merujuk pada jalur khusus yang terpisah fisik dari kendaraan lain.

Dari segi keamanan sepeda masuk tol, kata Syafrin, akan ada pengalihan arus dan rekayasa lalu lintas. Jalan tol yang akan dipergunakan pesepeda rencananya dari sisi barat arah Kebon Nanas sampai dengan Plumpang. []

Berita terkait
Detik-detik Curi Sepeda Terekam CCTV di Yogyakarta
Aksi pencurian sepeda kayuh di Yogyakarta terekam CCTV. Pelaku sempat terpergok anak kecil, namun malah dibentak.
3 Artis Doyan Gowes Sepeda saat Pandemi Covid-19
Artis-artis ini gowes bareng rombongan penikmat sepeda lain, tak jarang juga sendirian menembus jalan saat pandemi Covid-19.
Yamaha akan Jadikan India Basis Sepeda Motor Listrik
Pabrikan motor asal Jepang itu berharap dapat meluncurkan sepeda motor listrik dalam beberapa tahun terakhir.
0
Lonjakan Covid-19 Malaysia Lockdown Sampai 14 Juni 2021
Bisnis ditutup selama dua minggu hingga 14 Juni 2021, saat Malaysia hadapi lonjakan kasus Covid-19 usai Lebaran