UNTUK INDONESIA
Anies Mengaku Bingung Tetap Jadi Gubernur atau Jadi Cawapres
Memangnya ada yang mencalonkan? Milih itu kalau ada pilihannya. Nanti kalau ada yang mencalonkan baru saya bisa menjawab, kata Anies
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Ant/Reno Esnir)

Yogyakarta, (Tagar 6/8/2018) - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku bingung dan belum bisa memilih antara tetap menjadi gubernur atau menjadi calon wakil presiden pada Pemilu 2019.

"Memangnya ada yang mencalonkan? Milih itu kalau ada pilihannya. Nanti kalau ada yang mencalonkan baru saya bisa menjawab," kata Anies kepada wartawan di sela mengantarkan anaknya yang baru masuk kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Senin (6/8), mengutip Antara.

Anies mengaku enggan berkomentar banyak mengenai kabar yang bergulir mengenai kemungkinan pencalonan dirinya sebagai calon wakil presiden.

"Kalau terkait Jakarta saya jawab," kata dia di sela acara pembukaan Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiswa Baru (PPSMB) Universitas Gadjah Mada 2018 di Lapangan Grha Sabha Pramana UGM.

Menurut dia, berbagai hal terkait pencalonan calon wakil presiden merupakan urusan partai politik (parpol), apalagi dirinya bukan anggota parpol.

"Karena memang bukan otoritas saya. Saya buka anggota parpol dan tidak terlibat ke dalam proses, jadi semuanya ada pada pimpinan partai," kata mantan Rektor Universitas Paramadina ini.

Kedatangan Anies di tengah acara PPSMB UGM 2018 untuk memenuhi undangan sebagai orang tua mahasiswa. Putranya yang bernama Mikail Azizi Baswedan diterima sebagai mahasiswa International Undergraduate Program Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM tahun ini.

"Saya datang sebagai orang tua dan alumni serta keluarga besar Universitas Gadjah Mada. Hari ini hari pertama anak kami kuliah, dia diterima di jurusan Akuntansi. Saya merasa bangga sekali bisa mengantar anak ke kampus tempat dulu saya belajar, di fakultas dulu saya juga belajar," kata Anies. ***

Berita terkait
0
Nasib Warga Uighur Pasca Virus Corona Masuk Xinjiang
Virus corona baru yang awalnya terdeteksi di Wuhan mulai menyebar ke Xinjiang di China bagian barat.