Ani Purjayanti, Dosen IPB Meninggal Diterjang Tsunami Selat Sunda

Pada saat tsunami datang, Ani Purjayanti sedang berlibur bersama keluarga di Banten.
Ani Purjayanti Dosen Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB). Ani bersama putra-putranya saat masih kecil. (Foto: Facebook/Ani Purjayanti)

Bogor, (Tagar 23/12/2018) - Ani Purjayanti dosen Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB). Pada saat tsunami datang, ia sedang berlibur bersama keluarganya di Banten.

Keluarga Besar IPB berduka atas kepergian Ani Purjayanti yang menjadi korban dalam peristiwa Tsunami Selat Sunda di Pandenglang, Banten, Minggu.

"Keluarga besar IPB sangat kehilangan, almarhum adalah dosen saya, mengajar Bahasa Inggris dulu tahun 1990an," kata Rektor IPB Dr Arif Satria, Minggu (23/12) mengutip kantor berita Antara.

Arif mendapat informasi musibah tersebut pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB dari pihak keluarga Ani yang merupakan teman satu angkatannya.

Pada saat informasi awal diterima, almarhum dikabarkan hilang setelah kejadian tsunami dan belum diketahui keberadaannya. Sementara suami dan anaknya selamat.

"Siang tadi sudah dapat kabar, jenazah ditemukan di sekitar lokasi hotel tempat dia menginap," katanya.

Sementara suami almarhum dirawat di rumah sakit terdekat, begitu juga dengan anak almarhum. Pihak keluarga juga sudah berada di lokasi.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, lanjut Arif, ia menginstruksikan Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB berangkat langsung ke lokasi untuk membantu pihak keluarga mengurus jenazah.

Selain itu, tim dari Pusat Studi Bencana IPB sudah diturunkan ke lokasi bencana tsunami untuk membantu melakukan identifikasi.

"Jenazah sudah dalam perjalanan menuju Ambarawa, kampung halamannya," kata Arif.

Arif merasa sangat kehilangan atas berpulangnya almarhum Ani yang dikenalnya sebagai sosok dosen yang komunikatif dan dekat dengan mahasiswa.

"Beliau sangat disukai oleh mahasiswa karena enak dalam mengajar, jelas, baik dan ramah. Almarhum juga juri mahasiswa berprestasi nasional," kata Arif.

Almarhum meninggal dalam usia 54 tahun, meninggalkan seorang suami dan dua putra. Suami dan dua anaknya saat ini berangkat menuju Ambarawa untuk dimakamkan di kampung halamannya.

"Pemakaman dilakukan di Ambarawa sesuai permintaan ibunya bu Ani yang meminta anaknya dimakamkan di rumahnya," kata Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, Nunung Nuryantoro.

Nunung menambahkan, almarhum sedang berlibur bersama keluarganya. Total ada tiga keluarga, dengan jumlah sembilan orang. Semua menginap di Mutiara Carita Banten. Seluruh keluarga selamat, kecuali Ani dan suami dari adik almarhum yang sampai saat ini belum ditemukan. []

Berita terkait
0
China Tuduh Amerika Politisasi Asal Muasal Virus Corona
China mengecam langkah Amerika Serikat melacak asal muasal virus corona yang disebut China sebagai “mempolitisasi” pelacakan