UNTUK INDONESIA
Anaknya Ditegur, IRT di Gowa Habisi Nyawa Nenek
Tidak terima anaknya ditegur, FN 30 tahun seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Gowa tega menganiaya seorang nenek hingga meninggal dunia
Tersangka penganiayaan saat di giring ke Polres Gowa. (Foto: Tagar/Afrilian Cahaya Putri)

Gowa - Tidak terima anaknya ditegur, FN 30 tahun seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Gowa tega menganiaya nenek Nurlaela, 70 tahun dengan memukul rusuk korban hingga akhirnya tewas.

Akibatnya, sejak tanggal 5 September korban sulit makan, hingga dirawat di Rumah Sakit Syekh Yusuf namun akhirnya korban meninggal dunia.

Polres Gowa pun bergerak cepat melalui tim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) melakukan penangkapan terhadap FN.

Dari hasil penyidikan dan fakta-fakta mengungkapkan, FN melakukan penganiayaan dengan motif hanya karena anaknya yang ditegur oleh nenek Nurlaela

Lanjut Shinto, untuk mengetahui kondisi kejiwaan tersangka, Polres Gowa akhirnya melakukan pemeriksaan uji psikologi di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk membuktika apakah benar tersangka mengidap gangguan jiwa.

"Namun, hasil uji psikologi mengatakan FN dikatakan cakap dan dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya, sehingga tidak dapat dikatakan mengidap gangguan jiwa," beber Shinto.

FN pun harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dibalik jeruji besi. Tersangka ini dijerat pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman paling lama tujuh tahun penjara. []

Baca juga:

Berita terkait
45 Anggota DPRD Gowa Resmi Dilantik
Sebanyak 45 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gowa terpillih periode 2019 - 2024 resmi dilantik
Belum Dilantik, Anggota DPRD Gowa Perlihatkan Arogansi
Sikap tidak terpuji diperlihatkan salah satu anggota DPRD Gowa di depan gedung DPRD sesaat sebelum pelantikan.
769 Peserta se Sulselbar Ikuti Turnamen Karate di Gowa
Sebanyak 769 peserta karate dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) mengikuti Turnamen Karate Bupati Gowa Cup
0
Dosen UNS Ciptakan Alat Bantu Nafas Menangkal Asap
Dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, membuat alat bantu pernafasan menangkal paparan asap akibat kebakaran hutan.
Babi di Masjid