Amerika Tarik Pasukan Pemerintah Afghanistan Sulit Bertahan

Pemerintah Afghanistan di Kabul akan kesulitan bertahan dan bisa saja jatuh ke tangan Taliban setelah Amerika Serikat tarik pasukannya
Sejumlah tentara Afghanistan berjaga di gerbang masuk Pangkalan Udara AS Bagram pada hari tentara AS mengosongkan fasilitas itu, di Provinsi Parwan, 2 Juli 2021 (Foto: voaindonesia.com - Mohammad Ismail/Reuters)

Jakarta – Pemerintah Afghanistan di Kabul akan kesulitan bertahan dan bisa saja jatuh ke tangan Taliban setelah Amerika Serikat (AS) selesai menarik militernya dari negara itu pada Agustus 2021. Hal itu diungkapkan oleh pengawas pemerintah AS yang ditugaskan untuk memantau peristiwa di lapangan.

Terlepas dari rangkaian penilaian optimistis yang hati-hati oleh pejabat tinggi militer AS dan pemimpin Afghanistan, sebuah laporan baru dari Inspektur Jenderal Khusus untuk Rekonstruksi Afghanistan (SIGAR) menggambarkan situasinya "suram." Mereka menggarisbawahi kekhawatiran bahwa pasukan keamanan Afghanistan tidak siap untuk melakukan pertahanan yang berarti.

"Tren keseluruhan jelas tidak menguntungkan bagi pemerintah Afghanistan, yang bisa menghadapi krisis eksistensi jika situasi itu tidak diatasi dan tidak berbalik," tulis Inspektur Jenderal Khusus John Sopko dalam laporan yang dirilis Rabu, 28 Juli 2021.

ribuan warga afghanistan mengungsiRibuan orang mengungsi dari rumah mereka saat pasukan Taliban terlibat konflik dengan pasukan pemerintah Afghanistan di pinggiran kota Mazar-e-Sharif, utara Afghanistan. Foto diambil tanggal 8 Juli 2021 (Foto: dw.com/id)

“ANDSF (Pasukan Pertahanan dan Keamanan Nasional Afghanistan) telah merebut kembali beberapa distrik dan pemerintah Afghanistan masih menguasai 34 ibu kota provinsi, termasuk Kabul,” tambahnya. “Namun, dari pelaporan publik, ANDSF tampak terkejut dan tidak siap, dan sekarang mundur.”

Sejak Presiden AS, Joe Biden, pada bulan April 2021 mengumumkan bahwa pasukan tempur Amerika akan meninggalkan Afghanistan, para pejabat AS secara berhati-hati untuk tidak mengecilkan tantangan yang dihadapi pemerintah Afghanistan.

warga afghanistan penerjemah tentara amerikaSejumlah warga Afghanistan mantan penerjemah tentara AS berdemo di depan Kedutaan AS di Kabul untuk meminta perlindungan nasib mereka pasca penarikan pasukan AS (Foto: voaindonesia.com/AP)

Baru Minggu lalu, komandan Komando Pusat AS, Jenderal Kenneth “Frank” McKenzie, mengatakan kepada wartawan di Kabul bahwa pemerintah Afghanistan “menghadapi ujian berat.”

Namun ia menambahkan meskipun ada upaya oleh Taliban untuk menciptakan rasa tidak terelakkan, “tidak ada kesimpulan yang sudah dipastikan sebelumnya pada pertempuran ini.”

Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, juga menjanjikan hasil yang lebih baik, dengan mengatakan militer Afghanistan akan bisa merebut kembali momentum dengan memfokuskan upayanya untuk mempertahankan daerah perkotaan (my/ka)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Warga Afghanistan Berbondong-bondong Bikin Paspor
Warga Afghanistan yang ajukan permohonan paspor dimulai sebelum matahari terbit. Mereka khawatir akan kehidupan di bawah bayangan Taliban
Dana Darurat 100 Juta Dolar AS untuk Pengungsi Afghanistan
Presiden Biden sahkan hingga 100 juta dolar AS dari dana darurat untuk pengungsi yang "tak terduga mendesak" di Afghanistan
Amerika Akan Evakuasi Ribuan Warga Afghanistan
DPR AS setujui evakuasi lebih banyak warga Afghanistan yang bekerja sama dengan membantu tentara AS selama ini