Jakarta – Pada jam-jam terakhir pemerintahan Presiden Donald Trump, Amerika Serikat (AS) pada Selasa, 19 Januari 2021, secara resmi menyebut kebijakan pemerintah China yang menarget etnis Muslim Uighur dan minoritas lain di wilayah barat laut Xinjiang sebagai genosida (pembunuhan besar-besaran secara berencana terhadap suatu bangsa atau ras).
“Setelah memeriksa dengan cermat fakta-fakta yang ada, saya memutuskan bahwa RRT (Republik Rakyat China), di bawah arahan dan kendali PKT (Partai Komunis China), telah melakukan genosida terhadap sebagian besar Muslim Uighur, kelompok etnis dan agama minoritas lainnya di Xinjiang," kata Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, dalam sebuah pernyataan, Selasa, 19 Januari 2021.
Calon Menteri Luar Negeri pilihan Joe Biden, Anthony Blinken, mengatakan ia setuju dengan keputusan kebijakan Pompeo bahwa PKT terlibat dalam genosida terkait penduduk Muslim Uighur. "Itu penilaian saya juga," kata Blinken kepada Komite Senat Hubungan Luar Negeri dalam sidang pengukuhannya pada Selasa, 19 Januari 2021.
Amerika selama bertahun-tahun mengecam kebijakan penahanan dan pendidikan ulang China di Xinjiang, tetapi menunda untuk secara resmi menyatakan bahwa kebijakan-kebijakan tersebut adalah genosida (ps/ft)/voaindonesia.com. []