UNTUK INDONESIA

Alih Pekerjaan Akibat Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 meninggalkan sejumlah kisah duka. Selain kehilangan anggota keluarga, ada pula yang kehilangan mata pencarian
Yogi Prihantoro, Dosen, Tangerang (Foto: dw.com/id)

Jakarta – Pandemi Covid-19 meninggalkan sejumlah kisah duka. Selain kehilangan anggota keluarga, ada pula yang kehilangan mata pencarian. Banyak orang terpaksa alih pekerjaan demi memenuhi kebutuhan hidup. Inilah inspirasi untuk Anda. Monique Rijkers melaporkannya untuk dw.com/id.

kerja1Daniel Nainggolan, Pramugara, Bali (Foto: dw.com/id)

Daniel Nainggolan, Pramugara, Bali - Daniel 'dirumahkan' sejak Mei hingga Oktober 2020 dan resmi berhenti terbang sebagai pramugara dari maskapai penerbangan di Indonesia. Kini Daniel memasok alat pelindung diri ke sebuah rumah sakit di Bali. "Carilah pekerjaan yang halal. Yakinilah ketika kita mampu bertahan dalam keadaan sulit ini, kita telah menjadi pemenang.”

kerja2Ari Retno Hapsari, Asuransi dan Aset Manajemer, Yogyakarta (Foto: dw.com/id)

Ari Retno Hapsari, Asuransi dan Aset Manajemer, Yogyakarta - Dari urusan keuangan, Ari Retno beralih menjadi produsen minuman kesehatan botolan demi memenuhi kebutuhan keluarga. Sejak Maret, keuangan rumah tangga jadi kacau karena banyak angsuran yang belum lunas. “Usaha baru tidak serta merta berhasil tapi dengan kesabaran, ketekunan, jeli melihat peluang, keuletan bisa menjadi modal untuk sukses. Sukses tidak datang tiba-tiba, harus melalui proses."

kerja3Yogi Prihantoro, Dosen, Tangerang (Foto: dw.com/id)

Yogi Prihantoro, Dosen, Tangerang - Setelah kontraknya tidak diperpanjang akibat pandemi, dosen yang mahir bahasa Arab di kampus Teologia ini memutuskan membuka warung mie jawa “Toegoe” di kawasan Depok dengan menu andalan mie lethek, resep andalan sang ibunda. “Kita tidak usah malu karena ini usaha yang halal.” Usaha kecil ini akan terus dijalankan meski bisa mengajar kembali. Saat ini sejumlah kampus sudah menawarkan pekerjaan.

kerja4Yogi Prihantoro, Dosen, Tangerang (Foto: dw.com/id) Mario Tagambe, Yogyakarta, Desainer Grafis (Foto: dw.com/id)

Mario Tagambe, Yogyakarta, Desainer Grafis - Kehilangan pemasukan tapi tagihan tetap berjalan memaksa desainer grafis ini meminjam ruko teman untuk membuka usaha desain dan produksi kaos, serta warung kopi. “Jadi sementara kaos didesain, pemesan bisa menunggu sambil minum kopi dan baca komik.” Mario belajar meracik kopi dengan alat-alat seadanya di YouTube. Kemampuannya mendesain dimanfaatkan untuk mendesain kaos yang dijual di warungnya.

kerja5Yosefina Victoria, Manajer Akutansi Hotel, Bali (Foto: dw.com/id)

Yosefina Victoria, Manajer Akutansi Hotel, Bali - Yosefina dirumahkan sejak April 2020 dari posisi sebagai manajer akuntansi di sebuah resor di Badung, Bali. Dari punya anak buah, gaji besar, ia kini bekerja di rumah makan di bidang keuangan dan SDM dengan gaji hanya 25% dari sebelumnya. "Pekerjaan rangkap-rangkap tapi harus tetap semangat, jangan drop. Di mana jalan seperti tertutup tetapi pasti ada peluang lain yang terbuka.”

kerja6Marco Adipati, Pelatih Bola Anak-Anak, Bekasi (Foto: dw.com/id)

Marco Adipati, Pelatih Bola Anak-Anak, Bekasi - Juli 2020 Marco diberhentikan dari tempatnya bekerja sebagai pelatih sepak bola untuk anak-anak dengan pesangon tiga bulan gaji. Ia lalu mencari pekerjaan, mulai dari situs pencari kerja, minta rekomendasi teman sampai akhirnya diterima bekerja sebagai HR Trainer di kedai kopi. “Cobalah untuk tidak melewatkan kesempatan yang diberikan agar dapat bertahan di tengah pandemi. Lakukan hal bermanfaat."

kerja7Indiana Simalango, Usaha Bimbingan Belajar, Tangerang (Foto: dw.com/id)

Indiana Simalango, Usaha Bimbingan Belajar, Tangerang - “Rumah Pintar Ms. Diana”, tempat bimbingan belajar yang dikelola Indiana sejak tahun 2012 terpaksa tutup sejak Maret 2020. Indiana memutuskan berjualan bawang goreng yang ia buat sendiri. “Jangan gengsi, namanya juga usaha. Cari peluang yang bisa menghasilkan uang, misalnya usaha kecil-kecilan, jualan makanan atau bahan makanan online," ujar Indiana mempunyai gelar sarjana teologia. (ap/ae)/dw.com/id. []

Berita terkait
Pandemi Bikin KLM Belanda Pangkas Lagi 1.000 Pekerjaan
Maskapai penerbangan Belanda, KLM, akan pangkas sekitar 1.000 pekerjaan lagi karena kesulitan keuangan akibat pandemi virus corona
Pengangguran Lulusan Universitas di Eropa Karena Pandemi
Pandemi Covid-19 memaksa lulusan universitas di Eropa menganggur karena menghadapi penolakan dari banyak perusahaan
0
Alih Pekerjaan Akibat Pandemi Covid-19
Pandemi Covid-19 meninggalkan sejumlah kisah duka. Selain kehilangan anggota keluarga, ada pula yang kehilangan mata pencarian