UNTUK INDONESIA
Alasan Nasrui-Indra Daftar Pilgub Sumbar Hari Kedua
Pasangan calon gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit-Indra Catri mendaftar di hari kedua ke KPU.
Pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar dari Partai Gerindra, Nasrul Abit-Indra Catri memberikan pernyataan pers usai melakukan pendaftaran ke KPU Sumbar, Sabtu, 5 September 2020. (Foto: Tagar/Muhammad Aidil)

Padang - Pasangan calon (paslon) gubernur-wakil gubernur Sumatera Barat (Sumbar) dari Partai Gerindra, Nasrul Abit (NA) dan Indra Catri (IC) resmi mendaftarkan diri ke KPU Sumbar, Sabtu, 5 September 2020.

Memang pada Desember 2019 hasil survei NA-IC itu masih rendah, namun memasuki Maret, Juni hingga Juli 2020 itu mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Pendaftaran NA-IC diketahui lebih cepat sehari setelah sebelumnya tersiar kabar pasangan yang saat ini sama-sama menjabat sebagai kepala daerah itu akan mendaftar ke KPU Sumbar pada Minggu, 6 September 2020.

"Terus terang, kami mendapatkan infornasi bahwa akan ada 10 ribu kendaraan yang akan mengantarkan NA-IC ke KPU Sumbar. Menghindari terjadinya gesekan dan terbentuknya klaster corona baru, maka kami putuskan untuk memajukan pendaftaran sehari lebih cepat," kata Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar, Andre Rosiade kepada wartawan.

Andre Rosiade mengatakan, pasangan NA-IC ingin memberikan contoh dan tauladan kepada masyarakat bahwa dalam kontestasi pilkada 2020, pihaknya sangat mematuhi protokol kesehatan Covid-19. "Jadi bukan sekedar gagahan dan show force semata," katanya.

Dia meyakini NA-IC akan memenangi pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur di Sumbar. Sebab, dari hasil survei yang dilakukan internal Gerindra, terjadi kenaikan yang cukup signifikan tingkat keterpilihan orang yang mereka usung.

Namun, Andre tidak merinci berapa persen kenaikan elektabilitas NA-IC selama rentang waktu Maret hingga Juli 2020. Dirinya hanya menyebut bahwa pihaknua tidak ada masalah maju sendiri tanpa partai koalisi lantaran merasakan dukungan yang luar biasa, terutama di Kota Padang dimana antusias masyarakat mendukung mereka tinggi.

"Memang pada Desember 2019 hasil survei NA-IC itu masih rendah, namun memasuki Maret, Juni hingga Juli 2020 itu mengalami kenaikan yang cukup signifikan," katanya.

Sementara itu, Nasrul Abit usai melakukan pendaftaran mengatakan bahwa jika terpilih pihaknya akan fokus pada pengelolaan dan sinergi pemerintahan.

"Kami akan fokus pada penataan SDM, itu tenaga honorer minimal kami jadikan tenaga kontrak, kami juga ingin membangun sejumlah jembatan layang demi menghindari kemacetan seperti di Pesisir Selatan, Solok, Bukittinggi dan Payakumbuh. Untuk SDM kami akan sekolahkan para guru dan dosen untuk mencetak seribu doktor," katanya.

Terpisah, Komisioner KPU Sumbar, Nova Indra mengatakan bahwa berkas pendaftaran pasangan NA-IC dinyatakan telah memenuhi persyaratan dari verifikasi yang dilakukan oleh pihaknya.

"KPU Sumbar berkesimpulan berkasnya lengkap dan dapat diterima dan akan dilanjutkan dengan proses pemeriksaan kesehatan di laboratorium Fakultas Kedokteran Unand pada tanggal 7 hingga 10 September 2020," katanya.

Sejauh ini pihaknya sudah menerima dua paslon Cagub-Cawagub yang sudah mendaftar ke KPU Sumbar. Pihaknya memberi tenggat waktu bagi calon yang ingin mendaftar hingga Minggu, 6 September 2020 pukul 00.00 Wib.

"Lewat satu detik saja itu sudah tidak bisa mendaftar. Pemberitahuan secara resmi kepada kami tidak ada, namun melalui telepon ada dua pasang, yaitu Fakhrizal-Genius Umar dan Mulyadi-Ali Mukhni," tuturnya. []

Berita terkait
Ranperda New Normal Sumbar Mudahkan Kerja Polisi
Kapolda Sumatera Barat mendukung Ranperda New Normal yang sedang dibahas pemerintah dan DPRD Sumbar.
Hari Libur, Gubernur Sumbar Kampanye Mahyeldi-Audy
Irwan Prayitno memastikan ikut mengkampanyekan Mahyeldi-Audy saat menjalani hari libur sebagai Gubernur Sumatera Barat.
Mahyeldi-Audy Paslon Gubernur Sumbar Pertama ke KPU
Mahyeldi-Audy Joinaldy menjadi pasangan pertama yang mendaftar sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur Sumatera Barat.
0
Satgas Akui Banyak Kendala Melakukan Pemeriksaan Covid-19
Satgas Covid-19 mengaku bahwasanya masih banyak kendala-kendala di lapangan yang mempengaruhi kapasitas laboratorium untuk pemeriksaan Covid-19.