UNTUK INDONESIA
Aktivitas Beringharjo Yogyakarta saat Wabah Corona
Aktivitas Pasar Beringharjo Yogyakarta sepi sejak virus Corona. Pedagang memilih beraktivitas lain untuk mengusir suntuk dan sedih.
Suasana Pasar Beringharjo Yogyakarta yang terlihat sepi pada Senin 23 Maret 2020. (Foto: Tagar/Evi Nur Afiah)

Yogyakarta - Rasa bosan muncul di sebagian pedagang Pasar Beringharjo karena sepinya pengunjung akibat mewabahnya virus Corona. Dagangan mereka tak laku seperti biasanya, sebelum Coronavirus merebak ke Tanah Air, termasuk di Yogyakarta.

Warga memilih berdiam diri di rumah sambil kerja atau yang mulai akrab dengan sebutan work from home, yang salah satu tujuannya menekan penyebaran Covid-19. Kebijakan social distancing atau jaga jarak juga dikampanyekan oleh pemerintah untuk mengerem laju penyebaran virus itu.

Kondisi itulah yang melatarbelakangi pasar yang berada di kawasan Malioboro ini terlihat sepi. Pedagang pasar tradisional terbesar di Yogyakarta ini pun memiliki cara untuk melawan rasa bosan itu.

Mereka spontanitas bermain di sekitar lapaknya untuk mengisi waktu luang, mulai dari main bola, balap karung. Tidak sedikit dari mereka yang main tiktokan, permainan yang sedang trend di aplikasi TikTok. Lapak yang biasa padat pengunjung kini hanya dihuni pedagang setempat.

Sejak satu minggu yang lalu, para pedagang pasar Beringharjo los 1 sampai 17 menangkis kesedihan dengan cara bermain bersama. Kegiatan yang tidak pernah terjadi sebelumnya dilakukan secara spontanitas.

"Itu spontanitas saja dari pedagang Beringharjo. Sebelumnya enggak ada kayak gini. Karena pasarnya sekarang sepi, enggak ada yang lewat. Siang saja sepi apalagi malam semakin parah lagi," kata Tri kepada Tagar saat ditemui di depan kiosnya pada Senin, 23 Maret 2020.

Sejak pasar sepi, kata Tri, timbullah kegiatan para pedagang mulai dari yang sibuk main dengan ponselnya sampai dengan demam tiktokan. Untuk saling menguatkan di saat kondisi krisis seperti sekarang ini, para pedagang akhirnya menyatu dan membuat sesuatu hal yang menyenangkan.

Siang saja sepi apalagi malam semakin parah lagi.

Para pedagang bermain hompimpah (permainan tradisioanal) dengan konsekuensi siapa yang menang, dia berhak menentukan kapan lapak mereka tutup. Biasanya mereka bermain setelah salat Magrib di saat pasar benar-benar sepi.

"Yuk kita hompimpah siapa yang menang nanti yang menentukan kapan kita tutup. Setelah itu kita main bareng kalau sudah capek baru pulang. Normalnya kan tutup itu jam sembilan malam," kata dia.

Mengisi Hari dengan Ragam Permainan

Pedagang yang ikut berpartisipasi dalam permainan juga tidak menentu dalam setiap harinya. Terkadang bisa menyentuh 15 orang atau bisa lebih sedikit dari itu. Karena tidak sedikit pedagang yang menutup tokonya lebih dulu.

Sementara itu menurut Aming, 22 tahun, seorang pedagang Beringharjo juga mengatakan kegiatan bermain bareng adalah salah satu cara untuk menghibur diri. Pasalnya setelah virus yang tengah mewabah masuk ke Indonesia secara perlahan-lahan lapaknya mulai sepi, seperti bukan pasar Beringharjo yang selalu dipadati pembeli.

Pasar Beringharjo YogyakartaScreenshot para pedagang sedang bermain bola kasti di depan lapak karena sepi pembeli. (Foto: Screenshot video amatir/Tagar/Evi Nur Afiah)

"Setiap sore saya ikut main bareng dengan para pedagang di sini menghibur diri. Jadi kalau pasar sepi buat mainan. Setiap harinya permainannya juga ganti-ganti," ucap Aming.

Salah satu permainan favorit Aming adalah balap karung. Di singgung dari mana karung itu, Aming menjawab karung tersebut didapat dari para pedagang tempat untuk mewadahi pakaian.

Terakhir, kata Aming, pada Sabtu, 21 Maret 2020, dirinya dan para pedagang wanita yang notabennya sudah ibu-ibu melakukan main lempar bal-balan. Walaupun tidak ada benda bulat yang bisa mereka gunakan sebagai alat bermainnya, namun kreativitas mereka tidak tumpul. Dari sebuah tas kresek mereka gulung-gulung bulat lalu dilakban menjadi sebuah bola.

"Sebenarnya permainannya banyak setiap harinya ganti dan satu permainan saja. Karena mayoritas ibu-ibu sudah tua, sekali main saja sudah capek. Terakhir main bal-balan. Karena gak ada bolanya kita buat dari plastik dilakban," kata Aming.

Meski demikian, para pedagang juga tetap mengutamakan menjaga kesehatan dan kebersihan. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona. []

Baca Juga:

Berita terkait
Yogyakarta Siapkan Hardjolukito Tangani Covid-19
Pemda DIY menyiapkan RSPAU Dr. S Hardjolukito menangani pasien Covid-19. Sehingga di Yogyakarta ada dua yakni dengan RSUP Dr Sardjito.
Sri Sultan HB X Menyapa Warga Yogyakarta soal Corona
Sri Sultan HB X sapa-aruh warga Yogyakarta dalam tajuk Cobaan Gusti Allah.
Update Wabah Virus Corona di Yogyakarta
BPBD DIY mencatat per Minggu 22 Maret 2020 pukul 16.00 WIB, jumlah pasien positif Coronavirus lima orang dan meninggal dua orang.
0
11 Tips Cegah Kantuk Saat Berpuasa
Tak sedikit orang kerap merasakan kantuk saat berpuasa. Berikut tips mudah mencegah kantuk tersebut.