UNTUK INDONESIA
Agar Klaster Covid-19 Perkantoran Tidak Bertambah
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, ingatkan pentingnya disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan di perkantoran agar tidak ada klaster perkantoran
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil (tengah), bersama Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto (kiri) dan Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi (kanan) serta Ketua DPRD Jawa Barat Taufik Hidayat (kiri kedua) saat konprensi pers di Makodam III/Siliwangi, Bandung, 3 Agustus 2020 (Foto: Tagar/Fitri Rachmawati)

Bandung - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengingatkan pentingnya disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan di perkantoran, mengingat banyaknya kasus Covid-19 bermunculan dari klaster perkantoran.

“Kita akan terus melakukan tes Covid-19 khususnya di perkantoran atau institusi pemerintah. Temuan kasus di banyak tempat, mulai dari Gedung Sate, DPRD dan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat mengingatkan kita agar terus disiplin menerapkan protokol kesehatan,” Ridwan Kamil usai Rapat Evaluasi Penyebaran Covid-19 di Ruang Silihwangi Makodam III/Siliwangi, Jalan Aceh No 69, Bandung, Jawa Barat, 3 Agustus 2020.

Memang dari hasil contact tracing, lanjut Kang Emil, panggilan Ridwan Kamil, sampai saat ini belum ditemukan secara pasti sumber penularannnya, karena bisa saja munculnya kluster perkantoran di Jawa Barat karena perilaku karyawan melakukan kegiatan yang tidak terkontrol atau tidak menerapkan protokol kesehatan saat pulang dari kantornya.

“Kita akan terus melakukan contact tracing untuk yang kasus kluster perkantoran ini, dan untuk mencegah penyebaran Covid-19 lebih luas lagi. Saya merekomendasikan menerapkan work from home,” jelas dia.

Munculnya kluster perkantoran di Jawa Barat ini terang dia, bukan saja karena kurangnya disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Tetapi, mengindikasikan kantor-kantor sepertinya jarang membuka jendela untuk melancarkan sirkulasi udara. “Jadi lebih rawan perkantoran yang tidak ada jendela dan menggunakan AC sentral dibandingkan perkantoran yang ada jendela,” kata Kang Emil.

Kang Emil juga meminta agar institusi pemerintah dan perkantoran lainnya agar lebih sering membuka jendela maupun ventilasi lainnya. Selain itu, ia pun merekomendasikan lebih banyak melakukan kegiatan out door dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Sementara itu, sebelumnya Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat sekaligus Sekretaris Daerah Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja, menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat telah menyesuaikan sistem kerja di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Jabar yang berdinas di Gedung Sate. Hal ini dilakukan sebagai upaya menghindari penularan Covid-19 di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), terutama merujuk temuan kasus terkonfirmasi positif di Gedung Sate.

Berdasarkan Surat Edaran Sekretaris Daerah Jabar Nomor: 800/117/UM tentang Penyesuaian Sistem Kerja bagi Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Jabar, penyesuaian sistem kerja yang dimaksud yakni seluruh PNS dan non-PNS bekerja dari rumah alias work from home (WFH) mulai Kamis, 30 Juli 2020, hingga Jumat, 14 Agustus 2020. “Surat Edaran Sekda bahwa kami semua bekerja dari rumah dan juga dilakukan disinfeksi terhadap ruangan-ruangan di Gedung Sate,” kata Setiawan.

Setiawan pun tak menampik munculnya kasus Covid-19 di Gedung Sate masuk kluster perkantoran, dan agar tak semakin meluas maka diimbau untuk semua pihak bisa meningkatkan kedisiplinan penerapan protokol kesehatan terutama di ruang tertutup.

“Gedung Sate ini tempat kerja yang telah memberlakukan secara ketat (hanya) 50% boleh diisi atau didatangi. Lalu juga di luar (gedung) saat masuk ada disinfeksi untuk mobil atau motor, termasuk juga hand sanitizer dan tempat cuci tangan, dalam tanda kutip saja masih kecolongan,” keluh dia.

Oleh karena itu, protokol kesehatan harus tetap dijaga, harus disiplin karena selepas dari kantor bisa saja berinteraksi di tempat umum. Adapun dalam surat edaran tersebut, diumumkan juga bahwa masjid, command center, museum, kantin, dan area publik di Gedung Sate ditutup mulai 30 Juli hingga 14 Agustus mendatang.

“Yang bisa dipelajari (dari kasus positif di Gedung Sate) adalah memang ventilasi sangat penting, jaga jarak sudah pasti. Masker masih harus kita pergunakan, dan durasi kita bertemu juga penting. Mudah-mudahan ini bisa menjadi kewaspadaan bagi siapa pun yang melihat Gedung Sate saat ini,” tegas dia. []

Berita terkait
Empat Klaster Penularan Virus Corona di Jawa Barat
Ada empat klaster penularan virus corona (Covid-19) di wilayah Jawa Barat karena ada peserta kegiatan tsb. yang terdeteksi positif Covid-19
Empat Kebijakan Bupati Majalengka Lindungi Warga
Di Kabupaten Majalengka perlu ada peningkatan pengawasan penerapan protokol kesehatan dan sanksi bagi yang tidak mematuhinya
Empat Klaster Penyebaran Virus Corona di Jawa Barat
Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyebutkan ada empat klaster penyebaran virus corona di wilayan Jawa Barat dengan massa lebih 2.000 orang
0
Agar Klaster Covid-19 Perkantoran Tidak Bertambah
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, ingatkan pentingnya disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan di perkantoran agar tidak ada klaster perkantoran