Indonesia
Ade Jigo: Selamat Jalan Bidadari Surgaku
Tiba-tiba ada pintu terbuka tapi melawan arah air. Ade menyaksikan peristiwa tak lazim ini dan menyebutnya mukjizat.
Ade Jigo. (Foto: Instagram/Ade Jigo)

Jakarta, (Tagar 7/1/2019) - Penyanyi dan juga komedian Ade Jigo menjadi salah satu korban selamat dalam bencana tsunami Selat Sunda pada Sabtu 22 Desember 2018. Namun, dari peristiwa itu ia kehilangan istrinya, Meyuza, dan rekan satu grupnya Aa Jimmy.

Dalam kesempatan di kawasan Kemang, Jakarta Selatam, Minggu (6/1) Ade menceritakan detik-detik saat dirinya tersapu gelombang.

Ketika peristiwa itu terjadi, Ade tengah menjadi pengisi acara employee gathering PLN UIT JBB di Tanjung Lesung Banten, bersama rekan satu grupnya yang tergabung dalam Duo Jigo, Aa Jimmy dan band Seventeen.

"Saat itu Jigo lagi tugas nge-MC. Jam 21.05 kami udah present (mempersembahkan) Seventeen. Habis itu saya turun panggung," ucap Ade mengutip kantor berita Antara.

Ade menuturkan, usai turun panggung, dirinya langsung menuju backstage untuk menemui istri dan anaknya yang kala itu turut serta menemani dirinya bekerja. Tidak berselang lama, saat band Seventeen melantunkan lagu kedua, dia mengajak serta anaknya untuk menyaksikan penampilan Ifan Seventeen dan kawan-kawan dari sisi samping panggung.

Ade JigoAde Jigo dan istri. (Foto: Instagram/Ade Jigo)

Ketika Ade ingin kembali ke belakang panggung untuk mengajak Aa Jimmy menonton aksi panggung Seventeen, tiba-tiba gelombang tsunami setinggi sekitar dua meter datang menerjangnya.

"Di situ saya tergulung air, banyak benda keras, benda tumpul, korban juga banyak," turut Ade menceritakan pengalamannya.

Pria yang namanya melejit ketika masih bergabung bersama grup musik komedi Teamlo itu mengatakan dia dan anaknya terombang-ambing dalam gulungan air selama sekitar 5 menit, sebelum akhirnya mereka terjebak dalam sebuah ruangan kecil, yang jaraknya berada sekitar 50 meter dari area panggung.

Di ruangan tersebut, Ade dan anaknya bergabung bersama beberapa orang yang masih dalam kondisi selamat. Dirinya berusaha terus berada di permukaan dengan berpegangan ke sebuah tali yang melintas di hadapannya. Dengan memanfaatkan tali itu, Ade dan anaknya dapat terus bertahan di atas permukaan air.

Ade mengatakan dalam situasi tersebut, dirinya tidak mendengar adanya kepanikan. Dia hanya mendengar sekelebat suara-suara doa yang keluar dari mulut orang-orang yang selamat. Ade juga mengaku mendengar suara dua orang, pria dan wanita, yang tengah berceramah.

Ade JigoFoto kenangan Ade Jigo (belakang) bersama Aa Jimmy (depan). (Foto: Instagram/Ade Jigo)

Sesaat setelah itu Ade menyaksikan sebuah peristiwa tak lazim yang ia sebut sebagai mukjizat.

"Tiba-tiba ada pintu terbuka tapi melawan arah air. Pintu itu harusnya terbuka ke arah luar karena terdorong arus kan ya, tapi ini terbuka ke dalam. Di situ orang satu per satu ke luar. Ada bapak-bapak, habis itu saya dan anak saya," ucap Ade.

Ia menambahkan bahwa ruangan kecil tempat ia terjebak merupakan ruangan sebuah restoran.

Peristiwa tersebut masih terus membekas di benak Ade hingga kini. Saat kejadian itu terjadi, dirinya seakan dihadapkan pada dua pilihan yakni menuju kematian atau memilih untuk melanjutkan hidup.

Dalam peristiwa tsunami tersebut, Ade Jigo harus kehilangan sang istri Meyuza dan rekan satu grupnya Aa Jimmy.

Sebelumnya tepat tujuh hari kepergian istrinya itu, Ade mengunggah foto dirinya bersama istri di Instagram dengan catatan:

"7 hari sudah berlalu, ayah masih belum percaya semua ini, tapi ayah percaya bunda sudah bahagia bersama Allah Swt dan doa ayah menyertai selalu. Selamat jalan bidadari surgaku. Ayah sayang Bunda."

Di Instagram juga Ade membuat catatan khusus untuk Aa Jimmy:

"Selamat jalan saudaraku @argojimmygo. Lo orang baik, lo bijak, lo ngga pernah marah, lo ga pernah ngeluh, lo selalu berjuang utk @jigoofficial dan Keluarga, dari thn 2009 kita bersama sama, byk kenangan yg kita rasakan bersama, maafin gw ya go, gw byk belajar dr lo dan gw akan trs bersama @jigoofficial... semoga khusnul khotimah dan berkumpul di Surga bersama orng2 soleh dan solehah, Aamiin Ya Robbalallamin." 

Konser Peduli Bencana

Pada hari Minggu (6/1) juga, puluhan pekerja seni Indonesia ambil bagian dalam konser amal bertajuk Pekerja Seni Peduli, Konser Galang Dana untuk Korban Bencana Indonesia yang diselenggarakan di Lippo Mall Kemang, Jakarta.

Acara ini digagas oleh Pekerja Event Indonesia (PEI), Ikatan Manajer Artis Indonesia (Imarindo) dan Persatuan Seniman Komedi Indonesia (PASKI). Diramaikan oleh para pekerja seni mulai dari musisi hingga komedian, di antaranya Vina Panduwinata, Anji, OM PMR, Jarwo Kwat, Narji, Juliana Moechtar, Sandy Canester, Siti Liza, Drive, Trisouls, Pentaboyz dan lainnya.

Ketua umum Imarindo Nanda Persada mengatakan digelarnya konser amal ini merupakan bentuk kepedulian para pekerja seni terhadap masyarakat yang menjadi korban bencana di Tanah Air, seperti tsunami di Banten dan Lampung serta bencana tanah longsor di Sukabumi.

"Tidak mudah bisa menerima kejadian ini, dan kami ingin menumbuhkan rasa kepedulian, ingin menyumbangkan apa yang kami punya," ujar Nanda.

Nanda juga mengatakan bahwa konser amal ini juga menjadi momentum bagi para pekerja seni untuk dapat semakin solid dan peduli antara satu dengan yang lain.

Dirinya kemudian menyinggung tentang pentingnya jaminan keselamatan kerja bagi para pekerja seni ketika sedang menjalankan pekerjaan. Pembahasan tersebut mencuat setelah tiga personel grup band Seventeen menjadi korban bencana tsunami Selat Sunda.

"Ada banyak masalah yang harus dipikirkan, seperti masalah keselamatan kerja, misalnya letak panggung yang tidak di pinggir laut," ucap Nanda.

Hal yang sama juga disampaikan oleh penyanyi Anji. Pelantun lagu Dia itu menilai jaminan keselamatan kerja untuk para pekerja seni seperti asuransi merupakan hal yang penting.

Saat ini, berdasarkan informasi yang ia terima, jaminan keselamatan kerja seperti asuransi belum ada dalam klausul kontrak kerja. Oleh karenanya, dirinya bertekad untuk mulai menyuarakan pentingnya jaminan keselamatan kerja bagi para pekerja seni.

"Ini harus disuarakan. Saya akan konsisten untuk menyuarakan ini," ujar mantan vokalis grup band Drive itu.

Sementara itu, komedian Jarwo Kwat yang mewakili PASKI berharap kegiatan amal semacam ini dapat terus berlanjut guna semakin meringankan beban para korban yang terkena dampak bencana.

"Ini bentuk kepedulian kami, bahwa PASKI tidak cuma bisa ketawa saja. Anggota kami Ade Jigo dan AA Jimmy juga jadi korban. Semoga ini terus berlanjut dan semoga apa yang kita lakukan memberi manfaat dan hikmah yang besar untuk kita semua," ucap Jarwo.

Konser amal ini berlangsung pukul 13.00-22.00 WIB.

Para pengunjung dapat memberikan donasi melalui kotak-kotak sumbangan yang tersedia di sekitar area konser. 

Bagi masyarakat yang tidak dapat menghadiri konser, tetap bisa menyalurkan donasi melalui Palang Merah Indonesia, ke nomor rekening 0001200380001 pada Bank Jabar Banten (BJB) cabang Banten, A/N Panitia Bulan Dana PMI. []

Berita terkait
0
Bahas Ganja di Medan, dari Perspektif Politik dan Sejarah
Kepemilikan dan pemakaian ganja dilarang sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.