UNTUK INDONESIA
Ada Menteri Asal Papua di Kabinet Jokowi Jilid II
Presiden Jokowi memastikan ada orang asli Papua yang akan menjadi menterinya di Kabinet Kerja jilid II.
Presiden Jokowi bersama anak-anak perwakilan siswa Sekolah Dasar (SD) Kabupaten Jayapura dan Asmat, Provinsi Papua, di Istana Merdeka, Jakarta pada Jumat, 11 Oktober 2019. (Foto: Tagar/Popy)

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan telah menyusun sejumlah nama yang bakal duduk di Kabinet Kerja jilid II. Dia memastikan ada orang asli Papua yang akan menjadi menterinya untuk periode 2019-2024.

Hal itu diungkapkan Jokowi usai melakukan pertemuan bersama anak-anak perwakilan siswa Sekolah Dasar (SD) Kabupaten Jayapura dan Asmat, Provinsi Papua, di Istana Merdeka, Jakarta.

"Saya pastikan ada, iya saya pastikan ada (yang berasal dari Papua)," kata Jokowi di Beranda Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 11 Oktober 2019.

Namun, saat ditanyakan siapakah sosok perwakilan Papua tersebut, Jokowi enggan menjawabnya. Dia juga belum mau membeberkan ada berapa banyak menteri asli Papua yang duduk di kabinetnya.

"Nanti dilihat," ucap Jokowi secara singkat.

Diketahui, dalam kabinet Jokowi-Jusuf Kalla periode 2014-2019, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) diisi perempuan asal Papua Yohana Yembise. Selain itu, ada juga Staf Khusus Presiden bidang Papua, Lenis Kogoya.

Berita terkait
Jokowi Tetap Akan Swafoto Setelah Penusukan Wiranto
Presiden Joko Widodo mengatakan dirinya tetap akan melakukan swafoto dan membaur dengan masyarakat, meskipun ada kejadian penusukan Wiranto
Presiden Jokowi Perketat Pengamanan Pejabat Negara
Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta pengamanan pejabat negara ditingkatkan.
Bagaimana Pengamanan Jokowi Setelah Wiranto Ditusuk?
Komandan Paspampres Mayor Jenderal Maruli Simanjuntak mengungkapkan pengamanan Presiden Jokowi setelah Menkopolhukam Wiranto ditusuk di Banten.
0
Arief Poyuono: Modal Saya Tenaga Cuma Angkat Karung
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengungkapkan beberapa alasan mengapa dia tidak terpilih menjadi juru bicara khusus partai.