Warganet Bersorak Soal Ucapan Risma Buang ASN ke Papua

Warganet menganggap yang dikatakan Menteri Risma dianggap sensitif bagi masyarakat Indonesia Timur.
Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini, naik pitam dan memarahi seluruh pegawai Balai Disabilitas Wyata Guna Bandung, Selasa (13/7/2021).(KOMPAS.COM/PUTRA PRIMA PERDANA)

Jakarta - Pernyataan Menteri Sosial Tri Rismaharini terkait penyataaan akan membuang aparatur sipil negara (ASN) ke Papua menjadi sorotan para warganet di media sosial. Akibatnya beberapa tagar trending di Twitter yang mengarah pada eks Wali Kota Subarbaya itu.

Tagar-tagar tersebut yakni, rasis yang berada di urutan pertama dengan hampir 7.000 cuitan, juga tagar Bu Risma dengan lebih dari 7.000 cuitan.

Warganet menganggap yang dikatakan Menteri Risma dianggap sensitif bagi masyarakat Indonesia Timur. Namun sebagian bersikap sebaliknya, dan mendorong agar warganet tak menganggap apa yang dikatakan Risma sebahai hal yang rasis.


Tolong ya teman-teman, saat ini kondisinya dan situasinya kritis. Ini Kementerian Sosial jangan memisah-misahkan diri. Ini malah tidak ada yang nongol.


Diketahui, Risma menegur pimpinan dan staf di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Wyata Guna, Kota Bandung, lantaran tak siap di dapur umum serta menyediakan organ tunggal untuknya. Mulanya, Risma hendak memantau kelangsungan dukungan dapur umum Kemensos di balai tersebut, Selasa, 13 Juli, 2021.

Risma hendak memastikan sejauh mana kesiapan Balai Wyata Guna Bandung untuk menyiapkan makanan siap saji dan telur untuk kebutuhan nutrisi selama kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat. 

Ia kemudian mendapati pegawai BRSPDSN Wyata Guna yang menyiapkan kibor lengkap dengan pengeras suara aktif. Kepala Balai Wyata Guna Bandung Sudarsono pun menjadi sasaran amarahnya.

"Ini lagi bapak, ngapain aku disiapi musik segala? Mau tak tendang apa! Emang aku kesenengan apa ke sini," cetus Risma. 

Luapan emosional Risma semakin menjadi tatkala meninjau kesiapan dapur umum. Selain kekurangan peralatan memasak, Risma geram lantaran dapur umum kekurangan personel. 

Di sisi lain, banyak pegawai Balai Wyata Guna yang masih berada di dalam kantor dan tidak ikut membantu operasional di dapur umum. Dia pun akhirnya mengumpulkan para pegawai di lapangan. 

"Tolong ya teman-teman, saat ini kondisinya dan situasinya kritis. Ini Kementerian Sosial jangan memisah-misahkan diri. Ini malah tidak ada yang nongol," ujar Risma dengan nada meninggi.

"Rakyat lagi susah sekarang, tenaga-tenaga kesehatan semua susah, tapi semua teman-teman kayak priyayi semua maunya duduk tempat dingin enggak mau susah-susah," sindirnya.

Baca Juga: Risma: Jangan Sampai Ada Rakyat Tak Bisa Makan!

Berita terkait
Menteri Risma Tindak Tegas Oknum Pendamping PKH Nakal
Menteri Sosial Tri Rismaharini akan menindak tegas oknum pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang berani mengambil hak KPM.
Bu Risma Bagi-bagi Telur Rebus ke Warga Jakarta
Bu Risma mengatakan pandemi Covid-19 telah membuat masyarakat kurang mampu tidak bisa mencukupi kebutuhan protein.
Mensos Risma: Realisasi Anggaran 2021 Terbesar untuk Bansos
Menteri Sosial Tri Rismaharini menyampaikan realisasi anggaran dalam Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI.
0
Warganet Bersorak Soal Ucapan Risma Buang ASN ke Papua
Warganet menganggap yang dikatakan Menteri Risma dianggap sensitif bagi masyarakat Indonesia Timur.