UNTUK INDONESIA
Warga Melukis Pemain Madura United Perebutkan Rp 15 Juta
"Melalui lomba melukis ini saya melihat Pak AQ ingin maju secara bersama-sama,” kata seniman Pamekasan.
Warga melukis wajah pesepak bola Madura United (MU) di dinding Tang Kantor Pojur Madura United, Pamekasan, Jawa Timur, Rabu (12/9/2018). Manajemen MU memberikan ruang kepada perupa se-Madura guna mengapresiasi pesepak bola Laskar Sape Kerrap. (Foto: Ant/Saiful Bahri)

Pamekasan, (Tagar 16/9/2018) – Memberdayakan para seniman dari empat kabupaten di Pulau Madura. Inilah yang dilakukan Presiden Klub Madura United FC Achsanul Qosasi untuk ikut proaktif mempromosikan dunia sepak bola dengan cara melukis para pemain.

"Mural atau lukisan pada dinding tentang pemain sepak bola Madura United ini, sebagai upaya untuk memberdayakan para pegiat seni rupa di Madura," kata Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB) Ziaul Haq di Pamekasan, Sabtu (15/9).

Sebanyak 40 seniman dari berbagai empat kabupaten di Pulau Madura, yakni Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Kabupaten Sumenep ambil bagian dalam ajang lomba melukis pemain klub sepak bola itu.

Panitia menyediakan sebanyak 22 kotak sebagai objek lukisan dengan satu orang pemain Madura United.

"Sistemnya kelompok. Jadi satu kotak dinding yang hendak dilukis bisa dua atau hingga empat orang pelukis," kata "Habib" sapaan karib Zaiul Haq.

Lukisan dinding pemain Madura United ini berada di bagian belakang kantor Madura United dan telah berlangsung sejak beberapa hari lalu.

Habib mengatakan, target lukisan dinding pemain Madura United selesai pada 20 September 2018, sebelum peresmian kantor klub sepak bola itu.

Panitia menentukan secara langsung pemain yang hendak dilukis, seperti Bayu Gatra Sanggiawan, Fabiano Da Rosa Beltram, Engelberd Sani dan sejumlah pemain lainnya.

"Cara ini kami lakukan, karena kami ingin memberdayakan semuanya. Sepak bola adalah pintu masuk untuk memberdayaan masyarakat Madura," kata Achsanul Qosasi.

Maju Bersama-sama

Kalangan seniman di Madura mengaku bangga atas kebijakan "AQ" sapaan karib Achsanul Qosasi yang mau melibatkan seniman untuk ikut ambil bagian dalam memajukan klub sepak bola Madura United FC.

"Melalui lomba melukis di dinding ini saya melihat Pak AQ ingin maju secara bersama-sama, termasuk memberdayakan potensi seniman yang ada di Madura ini," kata seniman Pamekasan yang juga ikut dalam lomba melukis pemain Madura United itu.

Menurut Media Officer Madura United FC Tabri Syaifullah Munir, awalnya para seniman yang mendaftar hendak ikut dalam lomba "mural" di kantor Madura United FC banyak dari luar Madura, seperti Surabaya, Sidoarjo, dan Malang.

"Tapi karena Pak AQ ingin mengutakan seniman lukis di Madura ini, maka peserta dari luar Madura terpaksa tertolak, apalagi space-nya memang terbatas, yakni hanya 22 kotak saja," kata Tabri.

Lomba melukis pemain di dinding markas klub Madura United di Kabupaten Pamekasan memperebutkan hadiah total Rp 15 juta.

Panitia seperti dirilis Antaranews juga menyediakan uang makan dan uang selama pelaksanaan berlangsung, yakni masing-masing kotak Rp 700 ribu, termasuk cat dan berbagai kelengkapan melukis lainnya. []

Berita terkait
0
Revisi UU KPK, Jokowi Minta Masyarakat Bersuara ke DPR
Presiden RI Joko Widodo menyampaikan tanggapannya terkait keputusan Revisi Undang-Undang KPK. Ia mengaku, ide awal revisi tersebut dibawa oleh DPR.