TAGAR.id – Referendum Nasional di Islandia gagal menggalang dukungan untuk kembali membahas keanggotaan Uni Eropa, meski di tengah ketegangan geopolitik yang terjadi di Atlantik Utara. Matt Ford*, Nik Martin** dan Zac Crellin melaporkannya untuk Deutsche Welle (DW, 31 Agustus 2026).
Warga Islandia menolak rencana pembukaan kembali perundingan agar negaranya bergabung dengan Uni Eropa.
Hasil akhir referendum yang diumumkan pada Minggu (30/08) menunjukkan kubu warga yang memilih "Tidak" meraih 52,8% suara, sementara kubu warga yang memilih "Ya" mendapat 47,2%, menurut penghitungan resmi yang dipublikasikan lembaga penyiaran publik RUV.
Ibu kota Reykjavik menjadi satu-satunya wilayah di negara berpenduduk sekitar 400.000 jiwa itu, yang mendukung referendum.
Dari sekitar 270.000 warga yang berhak memilih, sebanyak 82% menggunakan hak suaranya.