Manokwari, (Tagar 6/8/2018) - Seorang netizen menggunakan nama Wakil Gubernur Papua Barat Mohammad Lakotani sebagai akun palsunya untuk meminta uang maupun pulsa seharga Rp 200 ribu kepada pengguna media sosial (medsos) yang berteman dengan akun tersebut. 

Wakil Gubernur Mohamad Lokotani sendiri mengatakan tidak pernah membuat akun baru dengan nama dan foto profil yang sama persis dengan akun baru. Oleh karena itu,  jelas Lokotani, agar ditolak jika ada permintaan pertemanan baru melalui akun tersebut. 

"Saya mohon untuk tidak menerimanya karena akun Facebook tersebut adalah akun palsu yang dibuat oleh orang- orang yang tidak bertanggung jawab. Demikian untuk menjadi informasi bagi sahabat semua, terima kasih," katanya.

Akun Palsu WagubAkun Palsu Wagub di Facebook. (Foto: Facebook/Mohamad Lakotani)

Salah satu calon korban adalah wartawan online Papuakini.com Arman Namsa.  

Arman mengatakan, netizen tersebut chat dengannya menggunakan akun Facebook (FB) palsu beridentitas Mohamad Lakotani, untuk meminta pulsa Rp 200 ribu dan agar segera dikirim pada dua nomor handphone tersebut.

"Saya diminta oknum agar mengirim pulsa Rp 200 ribu, namun saya belum  yakin, masa seorang wakil gubernur minta pulsa kepada saya? Saya pun tak hiraukan karena itu akun palsu yang digunakan oleh oknum tersebut dengan modus menggunakan FB milik Wagub untuk menipu korban," kata Arman Kepada Tagar, Senin (6/8).

Wartawan lainnya, yang juga menjadi target korban adalah Hanas Warpur, wartawan online Warta Plus. Pesan serupa juga diterimanya dan meminta agar segera mengirim pulsa. 

Percakapan PenipuPercakapan Penipu. (Dhy)

"Akun FB digunakan namun saya tidak tergiur dengan akun palsu tersebut," ujar Hanas.

Hanas mengimbau seluruh masyarakat di Manokwari, Papua Barat, tetap waspada menggunakan medsos karena banyak kejadian menggunakan medsos orang lain untuk meminta uang.

"Dicek dulu kebenarannya, jangan sampai sudah kirim ternyata akun palsu akhirnya kita rugi sendiri. Insiden peristiwa masyarakat hati-hati gunakan Facebook bisa saja oknum tidak bertanggung jawab melakukan niat jahatnya," katanya.

Hanas meminta pihak kepolisian melacak oknum dengan nama akun palsu tersebut. Ia pun menyatakan telah mengetahui posisi pengguna akun palsu tersebut. 

"Iya benar, oknum bersangkutan saat ini berada di Bogor, Jawa Barat," kata dia.

Kejadian seperti dialami Wagub bukan yang pertama kali. Kejadian serupa pernah dialami oleh Sekretaris Daerah Papua Barat, Nataniel D Mandacan. []