Virus Hepatitis B Mengancam Kesehatan Warga Dunia

Ancaman virus hepatitis B masih jadi sorotan utama kesehatan dunia, Indonesia jadi negara dengan penderita hepatitis B terbanyak kedua tahun 2013
Ilustrasi (Foto: promkes.kemkes.go.id)

Jakarta – Hepatitis adalah salah satu penyakit yang mengancam kesehatan umat manusia di seluruh dunia. Penyakit ini ditandai dengan peradangan liver. Liver (hati) termasuk organ pencernaan yang berperan penting dalam proses metabolisme tubuh. Penyakit liver terbagi menjadi 5 jenis, yaitu Hepatitis A, B, C, D, dan E.

Hepatitis B merupakan penyakit peradangan liver yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Perbedaan Hepatitis B dengan Hepatitis lainnya yaitu dilihat dari cara penularannya. Penularan Hepatitis B dapat berlangsung melalui paparan darah, air mani, serta cairan tubuh lainnya.

Penyakit ini paling sering terjadi pada penularan vertikal yang ditularkan ibu kepada bayi melalui air susu. Selain itu, tranfusi darah dan penggunaan jarum suntik juga bisa menjadi salah satu penyebab. Infeksi akut dan infeksi kronik yang ditimbulkan penyakit ini dapat berkembang menjadi komplikasi.

Umumnya, gejala penyakit ini tidak langsung muncul setelah dinyatakan terinfeksi. Orang yang terinfeksi HBV akan menderita Hepatitis B akut, gejala yang timbul bisa saja berlangsung selama beberapa minggu, diantaranya kelelahan, hilangnya nafsu makan, mual/muntah, sakit pada bagian perut atas sebelah kanan, kulit dan bagian putih mata menguning (penyakit kuning atau jaundice), serta air urine berubah warna menjadi gelap dan pekat.

vaksinasi hep bPenyuntikan vaksin hepatitis B (Foto: who.int)

Selain itu, komplikasi hepatitis lebih rentan terjadi pada pasien yang terinfeksi HBV dalam jangka waktu yang lama atau termasuk infeksi kronis. Beberapa komplikasi yang bisa muncul, yaitu jaringan hati yang mengeras (fibrosis), kerusakan fungsi hati akibat luka jangka panjang (sirosis), kanker hati, serta kerusakan hati yang parah dan bisa berakibat gagal ginjal (Fulminant Hepatitis B).

Awalnya orang yang menderita hepatitis tidak akan menyadari dirinya telah terinfeksi virus karena penyakit ini lebih sering terdeteksi tanpa sengaja ketika pemeriksaan medis rutin. Cara mendiagnosis penyakit ini bisa dengan tes darah, biopsi hati atau mengambil sampel jaringan hati, dan pemeriksaan fungsi hati.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, penderita penyakit hepatitis B di Indonesia masih mencapai angka 7,1% atau sekitar 18 juta kasus. Kemudian Indonesia tergolong sebagai negara endemisitas tinggi dengan pengidap hepatitis terbesar kedua di antara negara anggota WHO South East Asia Regional Office (SEARO), seperti Bangladesh, Bhutan, Korea, Maldives, Myanmar, dan Nepal.

Upaya pencegahan hepatitis mulai dilakukan pemerintah Indonesia dengan menanamkan kesadaran dan gencar mengadakan sosialisai tentang hepatitis B secara meluas ketika peringatan Hari Hepatitis Sedunia yang dirayakan pada tanggal 28 Juli di tiap tahun. Sebelumnya program imunisasi hepatitis B juga telah dilakukan sejak tahun 1997 dengan sasaran bayi di bawah 1 tahun.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia PBB (WHO - World Health Organization) tidak ada pengobatan khusus untuk penderita hepatitis B akut. Perawatan ditujukan hanya untuk menjaga kenyamanan dan keseimbangan nutrisi yang memadai, termasuk penggantian cairan yang hilang akibat muntah dan diare. Hal terpenting adalah menghindari obat-obatan yang tidak perlu, seperti asetaminofen, parasetamol, dan obat anti muntah.

Sementara untuk penderita hepatitis B kronis dapat diobati dengan obat-obatan, termasuk agen antivirus oral. Pengobatan dapat memperlambat perkembangan sirosis, mengurangi kejadian kanker hati dan meningkatkan kelangsungan hidup jangka panjang. WHO juga merekomendasikan penggunaan obat oral (tenofovir atau entecavir) sebagai obat ketergantungan yang paling ampuh menekan virus hepatitis B.

hepatitis b-1Vaksin hepatitis B sejak dini pada balita (Foto: who.int)

Pada tahun 2019, WHO memperkirakan bahwa 296 juta orang hidup dengan infeksi hepatitis B kronis dengan 1,5 juta infeksi baru setiap tahun. Diperkiraan juga bahwa hepatitis B telah menyebabkan 820.000 kematian, sebagian besar disebabkan oleh sirosis dan karsinoma hepatoseluler (kanker hati primer).

Untuk mendukung negara-negara dalam mencapai target eliminasi hepatitis global di bawah Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030, WHO bekerja untuk meningkatkan kesadaran, mempromosikan kemitraan dan memobilisasi sumber daya, merumuskan kebijakan dan data tindakan berbasis bukti, meningkatkan pemerataan kesehatan dalam respon hepatitis, mencegah penularan, serta meningkatkan layanan skrining, perawatan dan pengobatan (dari berbagai sumber). []

- Sabian Vega Arwi

Penyakit Hepatitis yang Dikenal dari A Sampai E

Cara Pencegahan Penyebaran Virus Hepatitis

Hepatitis A,B,C,D,E, Cara Penularan dan Penanganan

Hari Hepatitis Sedunia: 5 Seleb Hepatitis dan Narkoba

Berita terkait
Serangan Virus Covid-19 dan Hepatitis Menyebar di Seluruh Dunia
Penyebaran virus hepatitis juga jadi ancaman serius di tengah pandemi. Ibarat "double strike", dua serangan virus sekaligus: hepatitis dan Covid-19
0
Virus Hepatitis B Mengancam Kesehatan Warga Dunia
Ancaman virus hepatitis B masih jadi sorotan utama kesehatan dunia, Indonesia jadi negara dengan penderita hepatitis B terbanyak kedua tahun 2013