Video: Sejarah Provinsi Kalimantan Timur Benua Etam
Editor

Tagarians, sebelum kedatangan Belanda, ada beberapa kerajaan yang berdiri di Kalimantan Timur, yaitu Kerajaan Kutai, Kerajaan Kutai Kartanegara dan Kesultanan Paser. 

Seiring berjalannya waktu, sejak tahun 1787, Sultan Tahmidullah II dari Banjar menyerahkan Kalimantan Timur kepada VOC Belanda, dan Kesultanan Banjar sendiri dengan wilayahnya yang tersisa menjadi daerah protektorat VOC Belanda.

Belanda menguasai Kaltim hingga takluk pada Jepang pada tahun 1941. Kemudian pada masa penjajahan Jepang, Kaltim termasuk daerah yang pertama di antara kepulauan Indonesia yang diduduki tentara Jepang. Kota pertama yang dikuasai Jepang di Kaltim adalah kota minyak Tarakan, yang kini masuk provinsi Kalimantan Utara.

Awalnya, penduduk Kaltim menyambut positif kedatangan Jepang, karena dianggap sebagai tentara pembebasan yang memerdekakan Indonesia dari Belanda. Padahal itu hanya propaganda Jepang melalui Radio Tokyo. Namun mendekati tahun 1943, Jepang melarang pengibaran bendera Merah Putih dan juga melarang penduduk mendengarkan lagu Indonesia Raya.

Pada tahun 1956, Provinsi Kalimantan menjadi 3 provinsi, yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat. Kemudian berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959, Samarinda ditetapkan sebagai ibukota Kaltim, sedangkan Balikpapan sebagai pintu gerbang. Pada tahun 2012, terjadi pemekaran Provinsi Kaltim dan lahir pula Provinsi Kalimantan Utara. Akibat pemekaran itu, jumlah kota/kabupaten Kaltim menyusut dari 14 jadi 9. Simak selengkapnya di Tagar TV.