Video: Sejarah Provinsi Kalimantan Tengah Bumi Tambun Bungai
Editor

Tagarians, pada tahun 1679, Kerajaan Kotawaringin resmi berkuasa di Kalimantan Tengah. Kerajaan itu diketahui memeluk ajaran Islam, yang turut mendorong penyebaran agama Islam di Kalteng. Usia Kerajaan Kotawaringin terbilang cukup lama, bahkan ketika Belanda mulai masuk Kalteng pada abad ke-19, kerajaan ini masih berdiri, walaupun akhirnya tetap jatuh ke tangan Belanda meski sudah melakukan perlawanan.

Pada tahun 1930, Belanda resmi menguasai Kalimantan Tengah, yang kemudian mengubah susunan administrasi pemerintahan, mengambil alih perkebunan lada dan jalur perdagangan laut. Kekuasaan Belanda di Kalteng berakhir ketika Jepang masuk pada 1942, dengan menembak jatuh pesawat Catalina-Belanda di atas sungai Barito.

Ditahun yang sama, Jepang mengeluarkan maklumat yang menyatakan Kota Banjarmasin dan daerahnya diserahkan kepada Pimpinan Pemerintahan Civil. Ketika Jepang menyerah kepada sekutu dan Indonesia menyatakan kemerdekaan pada tahun 1945, Belanda kembali mencoba berkuasa di Kalimantan Tengah, dengan cara membentuk negara boneka yang pemerintahannya dikendalikan oleh Belanda.

Namun dengan merdekanya Indonesia, negara boneka itu pun dibubarkan satu persatu, yang berdampak pada sisi pemerintahan. Bekas Government Borneo berubah menjadi Provinsi Administratif. Kemudian lewat Undang-Undang Darurat Nomor 2 Tahun 1953, status administratif diubah menjadi Provinsi Otonom Kalimantan. 


Simak selengkapnya di Tagar TV.