Video: Sejarah Idul Adha atau Hari Raya Kurban
Editor

Tagarians, sejarah Idul Adha tidak lepas dari kisah Nabi Ibrahim yang bermimpi menyembelih anaknya, Ismail. Nabi Ibrahim kemudian merenungi arti mimpinya tersebut, dan momen perenungan itu diabadikan sebagai hari Tarwiyah dalam Islam. Akhirnya, Nabi Ibrahim menyadari bahwa ia mendapatkan wahyu dari Allah, yang berisi perintah untuk menyembelih putranya sendiri.

Karena ketaatannya, Nabi Ibrahim pun mematuhi perintah tersebut, meskipun harus mengorbankan anak kandungnya yang sudah sangat lama ia nantikan. Ketika Nabi Ibrahim menyampaikan wahyu tersebut, Nabi Ismail juga langsung mematuhi perintah itu. Kemudian, Nabi Ibrahim memutuskan akan menyembelih Ismail pada tanggal 10 Dzulhijjah.

Sesaat sebelum penyembelihan, setan muncul dengan bisikan sesatnya, agar Nabi Ibrahim mengurungkan niatnya tersebut. Tapi karena iman dan tekad Nabi Ibrahim sudah sangat bulat, maka ia mengambil batu dan melemparkannya kepada setan. Peristiwa itu hingga kini diabadikan dengan istilah ‘lempar jumrah’, dan menjadi salah satu rangkaian saat melakukan ibadah Umrah.

Melihat ketakwaan Nabi Ibrahim dan putranya, Allah kemudian mengganti Nabi Ismail dengan kambing. Itulah asal-muasal sunah kurban yang dilaksanakan umat Islam setiap Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban. Idul Adha juga disebut sebagai Lebaran Haji, karena sejak 9 Dzulhijah, umat Islam yang menunaikan ibadah Haji, sedang melaksanakan ritual haji yang paling utama, yaitu wukuf di Padang Arafah. Simak selengkapnya di Tagar TV.