Video: Jokowi dan Sri Mulyani Jengkel Kepala Daerah Tahan Rp 190 Triliun di Bank
Editor

Halo Tagarians, Presiden Joko Widodo beserta jajarannya termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati atau SMI jengkel dengan pemerintah daerah (Pemda) yang masih saja lambat dalam pencairan anggaran. Padahal kondisi rakyat lagi susah akibat lonjakan penyebaran kasus C-19.

Padahal ini sudah berulang kali disampaikan Jokowi pada berbagai kesempatan. Termasuk ketika rapat koordinasi dengan semua Kepala Daerah. Namun tetap saja, bahkan lebih buruk.

Data dari Kementerian Keuangan menunjukkan, hingga akhir Juni 2021, dana Pemda yang tersimpan di bank justru naik menjadi Rp 190 triliun. Artinya dana yang ditransfer pemerintah pusat untuk membantu rakyat di daerah, malah ditahan Pemda di bank.

"Ini yang saya minta semuanya dipercepat. Sekali lagi, dengan kondisi seperti ini, percepatan anggaran sangat dinanti masyarakat," kata Jokowi, Senin, 19 Juli 2021 di depan Kepala Daerah se-Indonesia.

Lonjakan kasus C-19 pas Lebaran membawa kita pada kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat yang sekarang berubah menjadi PPKM Level 4 untuk Jawa-Bali. Mobilitas dipaksa turun, sehingga banyak rakyat susah untuk mencukupi kebutuhannya.

Maka dari itu dilakukan percepatan pencairan anggaran untuk bantuan sosial. Salah satunya Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa dengan besaran Rp 300 ribu per keluarga. Total yang dianggarkan Rp 28,8 triliun, namun Pemda baru mencairkan Rp 1,96 triliun.

Selain itu, Pemda juga ditransfer anggaran untuk vaksinasi sebesar Rp 1,96 triliun. Sampai sekarang anggaran ini justru belum cair.

Pemda juga lambat dalam pencairan insentif tenaga kesehatan (nakes). Sampai dengan 17 Juli 2021, realisasi penyaluran insentif tenaga kesehatan (nakes) baru mencapai Rp 2,09 triliun atau setara 23,66 % dari pagu yang sebesar Rp 8,85 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tampak kesal dengan ulah pemerintah daerah yang lambat dalam pencairan anggaran. Bila masih terjadi, Sri Mulyani akan mengambil alih anggaran pemda senilai Rp 31 triliun untuk dicairkan langsung.

"Tiap bulan kami transfer ke daerah baik DAU DBH. Kita akan katakan kalau enggak bisa eksekusi kita langsung intersep," ujarnya dalam konferensi pers.

Pemerintah pusat telah menyelesaikan berbagai kekhawatiran Pemda yang seringkali dikeluhkan, menjadi alasan anggaran lambat cair. Misalnya ketakutan pencairan karena berpotensi besar melanggar hukum.

"Kemarin dari Kejaksaan Kabareskrim diminta Presiden untuk minta tiap Kejaksaan lakukan pengawalan di Forkopimda," terang Sri Mulyani.

Kemenkeu dan Kementerian Desa juga telah melakukan relaksasi agar pencairan menjadi lebih mudah. Misalnya yang berkaitan dengan juknis maupun jutlak pencairan.

"Kalau persyaratannya dari sisi Pemda sendiri mereka yang harus simplifikasi. Kalau berhubungan jutlak atau juknis kita akan dengan kementerian teknis dengan kemendagri akan monitoring, biasanya kita minta laporan perbulan sehingga bisa deteksi terutama dana transfer ke daerah," tuturnya.

Untuk membahas hal tersebut lebih lanjut, Host Tagar TV Cory Olivia mewawancarai Politisi Partai NasDem Irma Suryani Chaniago.