UNTUK INDONESIA

Jakarta - Publik mungkin tidak banyak yang mengenal PT Len Industri (Persero) sebagai salah satu perusahaan BUMN di Indonesia, karena dapat dikatakan produk dari perusahaan pelat merah ini tidak langsung terlihat oleh masyarakat umum karena berkaitan dengan teknologi. Anda mungkin tidak tahu bahwa sebenarnya perusahaan dibalik Skytrain Bandara Soekarno Hatta Jakarta adalah PT Len Industri. Dan memang dari 1200 karyawannya, mayoritas adalah engineer hingga mencapai sekitar 700 personil.

Yossy Girsang dari Tagar berkesempatan untuk berbincang bincang dengan Direktur Operasi I  Ir. Linus Andor Mulana Sijabat terutama mengenai strategi perusahaan untuk dapat bertahan di masa Pandemi Covid-19, dan apa saja prestasi yang sudah diraih oleh perusahaan ini baik di dalam negeri maupun di skala internasional.

Selama ini, Len telah mengembangkan bisnis dan produk-produk dalam bidang elektronika untuk industri dan prasarana, serta telah menunjukkan berbagai pengalaman dalam bidang :
• Sistem Persinyalan Kereta Api di berbagai jalur utama kereta api di Pulau Jawa dan Sumatera.
• Pembangunan urban transport di kota-kota besar seperti LRT Sumatera Selatan, LRT Jakarta, LRT Jabodebek dan Skytrain Bandara Soekarno Hatta Jakarta.
• Jaringan infrastruktur telekomunikasi yang telah terentang baik di kota besar maupun daerah terpencil. Salah satunya adalah Palapa Ring Paket Tengah yang menghubung 17 kabupaten Indonesia Bagian Tengah sehingga masyarakat dapat menikmati pita lebar.
• Elektronika untuk pertahanan, baik darat, laut, maupun udara. Radar, Taktikal Radio, Combat Management System (CMS) pada kapal perang, adalah beberapa produk andalan dalam spektrum bisnis pertahanan.
• Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang telah terpasang diberbagai pelosok Indonesia.
• Broadcasting, selama lebih dari 30 tahun, dengan ratusan Pemancar TV dan Radio yang telah terpasang di berbagai wilayah di Indonesia.

Len didirikan sejak tahun 1965 dengan nama LEN (Lembaga Elektroteknika Nasional). Kemudian bertransformasi menjadi sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada tahun 1991. Sejak saat itu Len bukan lagi merupakan kepanjangan dari Lembaga Elektroteknika Nasional (LEN), tetapi telah menjadi sebuah entitas bisnis profesional dengan nama PT Len Industri (Persero).