UNTUK INDONESIA

Jakarta - Pada awalnya banyak orang antusias menyambut terpilihanya Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Nadiem Makarim seorang profesional muda, pengusaha sukses, pendiri Gojek - sebuah perusahaan transportasi dan penyedia jasa berbasis daring yang beroperasi di Indonesia dan negara Asia Tenggara di antaranya Singapura, Vietnam, dan Thailand. Namun kemudian, belum setahun Nadiem Makarim menjabat Mendikbud, sudah hujan keluhan, protes bertubi-tubi dari kalangan akademisi, bahkan ada yang bersuara keras, meminta Presiden Joko Widodo me-reshuffle Nadiem Makarim. 

Satu di antara yang bersuara keras ini adalah Dr. Ujang Komarudin, M.Si, seorang dosen, ilmuwan politik dari Universitas Al Azhar Indonesia yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Review. Dalam wawancara dengan Redaktur Pelaksana Tagar Siti Afifiyah akrab disapa Afi, Selasa, 1 September 2020, Ujang Komarudin mengatakan Nadiem Makarim adalah orang pintar yang berada di tempat yang tidak tepat, sudah seharusnya Presiden Jokowi memberhentikannya. Nadiem dan orang-orangnya, teman-temannya, telah merusak birokrasi hingga melukai dosen di seluruh Indonesia. Ujang Komarudin memerinci satu persatu dosa besar Nadiem Makarim. Simak selengkapnya dalam video.