UNTUK INDONESIA

Jakarta - Novel Bamukmin, tokoh Front Pembela Islam (FPI) sekaligus juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 mengatakan akan terus melakukan demonstrasi berjilid-jilid apabila Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) tidak dibatalkan. Ia tidak mau RUU HIP ditunda. Harus dibatalkan.

Ia menuding PDI Perjuangan sebagai penggagas RUU HIP telah disusupi komunis, menampung anak komunis. Dengan demikian PDIP telah melakukan makar, maka harus dibubarkan. Presiden Jokowi adalah petugas partai dari PDIP juga harus dimakzulkan.

Novel Bamukmin mengatakan itu semua dalam wawancara dengan Tagar, Kamis, 9 Juli 2020. Ia mengatakan walaupun FPI tidak mencantumkan Pancasila dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD ART) organisasi, FPI lebih Pancasila dibanding kelompok-kelompok lain yang mencantumkan Pancasila ternyata mengkhianati Pancasila.

Bagi Novel, kebangkitan komunis di Indonesia adalah fakta, sedangkan ancaman terorisme adalah mitos.