UNTUK INDONESIA
Maman Imanulhaq: Tidak Ada Isu PKI Dalam Penusukan Syekh Ali Jaber
Editor

Jakarta - Peristiwa penusukan Pendakwah Syekh Ali Jaber ketika sedang mengisi tausiah di Masjid Fallahudin, Lampung, pada Minggu sore, 13 September 2020, diduga dilakukan oleh seorang pemuda yang mengalami gangguan jiwa. Hal itu juga diperkuat dengan pernyataan dari orangtua pelaku bahwa pelaku sudah mengalami gangguan jiwa selama 4 tahun. Namun, pernyataan itu mendapat serangan di media sosial, yang heran kenapa "orang gila" bisa punya akun media sosial.  

Anggota DPR RI, sekaligus Kiai dan Intelektual Nahdlatul Ulama, Maman Imanulhaq, juga ragu bahwa pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber adalah orang yang terganggu jiwanya, karena terlihat di akun media sosial si pelaku bahwa dia sering mengunggah swafoto dirinya. Hal itu Maman katakan dalam wawancara zoom hari Selasa, 15 September 2020, bersama Cory Olivia dari Tagar TV. 

Ketika ditanya mengenai apakah ada yang mendesain Penusukan Syekh Ali Jaber untuk membangkitkan ketakutan orang pada PKI, mengingat sebentar lagi tanggal 30 September yang merupakan hari G30S/PKI. Saat itu, selain membantai para jenderal, PKI juga disebut-sebut kejam pada ulama. Menanggapi pertanyaan itu, Maman menjawab bahwa bangsa Indonesia masa kini sudah lebih rasional. Menurutnya, isu tentang PKI adalah isu yang sudah sangat usang.  

Simak penjelasan Maman Imanulhaq selengkapnya di Tagar TV.

Seputar Video Terkini

22 November 2020 | 16:07 WIB
20 November 2020 | 18:51 WIB
20 November 2020 | 13:42 WIB
19 November 2020 | 17:25 WIB
18 November 2020 | 23:24 WIB
18 November 2020 | 14:27 WIB