UNTUK INDONESIA

Jakarta - Pepih Nugraha adalah salah satu wartawan yang pernah bergabung dengan Kompas selama 26 tahun. Ia mengenang bagaimana hari-hari kala Megawati akan jatuh. Saat itu menjadi wartawan di DPR.  “Setiap saat Pak Jakob menelpon meminta perkembangan di lapangan,” kata Pepih kepada wartawan Tagar, Lestantya R. Baskoro. Menurut Pepih selama menjadi wartawan Kompas ia tidak pernah melihat Jakob Oetama marah atau bicara meledak-ledak. “Dari cara ia bicara atau menyapa, kita akan tahu bagaimana suasana hatinya,” ujarnya. Jika suasana hatinya senang, “Beliau akan menyapa dengan Bung, atau Mas,” katanya. Apa tantangan Kompas sepeninggal Jacob? Ikuti wawancara Tagar dengan Pepih.