UNTUK INDONESIA

Jakarta - Tagarians, dalam video ini Cory Olivia melakukan wawancara zoom pada Kamis, 8 Oktober 2020, bersama Pakar Komunikasi dari Universitas Indonesia, Ade Armando, membahas tentang ‘Perkara Kursi Kosong Terawan, Pantaskah Najwa Shihab Dilaporkan ke Polisi?’

Seperti diketahui, pada Rabu, 7 Oktober 2020, Relawan Jokowi Bersatu melaporkan Najwa Shihab ke polisi, karena diduga telah melakukan cyber bullying dengan melakukan wawancara monolog kursi kosong, karena Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto tidak menghadiri undangannya ke acara Mata Najwa. Tapi laporan itu ditolak polisi, dan polisi mengarahkan agar melaporkan perkara itu ke Dewan Pers. Lalu, Dewan Pers menilai, hal ini bukan termasuk kegiatan jurnalistik, sehingga disarankan ke Komisi Penyiaran Indonesia.

Najwa sendiri menjelaskan lewat akun instagramnya, bahwa tayangan kursi kosong diniatkan mengundang pejabat publik untuk menjelaskan kebijakan-kebijakannya, terkait penanganan pandemi. Kemunculan menkes juga dinilai minim dari pers sejak pandemi meningkat. Dan menurut Najwa, treatment ‘kursi kosong’ memang belum pernah dilakukan di Indonesia, tapi lazim di negara yang punya sejarah kemerdekaan pers cukup panjang. Tahun lalu di Inggris, wartawan BBC juga menghadirkan kursi kosong, yang seharusnya diisi Boris Johnson, yang saat itu masih calon Perdana Menteri Inggris, yang kerap menolak undangan BBC.

Menanggapi hal itu, Ade Armando menilai, pelaporan yang dilakukan Relawan Bersatu Jokowi sangat berlebihan dan tidak perlu. Sedangkan bagi Najwa Shihab, Ade menyarankan supaya Najwa tidak mengulangi aksi seperti ini lagi, karena setiap narasumber berhak menolak undangannya. Sementara bagi Menkes Terawan, menurut Ade, cara berkomunikasi sang menkes memang sangat buruk, dan sebaiknya memiliki tim komunikasi sendiri. 

Simak penjelasan Ade Armando selengkapnya di Tagar TV.

#KursiKosong #NajwaShihab #MenkesTerawan