Utusan Baru ASEAN Minta Akses Penuh Saat Kunjungi Myanmar

Diplomat Brunei yang ditunjuk oleh ASEAN sebagai utusan khusus untuk Myanmar harus diberi akses penuh ke semua pihak
Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Kedua Brunei, Erywan Yusof (kanan), menghadiri pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN menjelang KTT ASEAN ke-34 di Bangkok pada 22 Juni 2019 (Foto: voaindonesia.com - AFP/Tang Chin)

Jakarta – Diplomat Brunei yang ditunjuk oleh ASEAN sebagai utusan khusus untuk Myanmar, Erywan Yusof, mengatakan, Sabtu, 7 Agustus 2021, dia harus diberi akses penuh ke semua pihak ketika mengunjungi Myanmar.

Erywan Yusof ditugaskan untuk mengawasi bantuan kemanusiaan dan mengakhiri kekerasan di Myanmar. Ia juga ditugaskan untuk membuka dialog antara penguasa militer dan para penentangnya.

"Rencana kunjungan ke Myanmar sedang dalam proses, dan yang perlu kami lakukan adalah memastikan kami siap ketika kami pergi ke sana, tidak seperti kunjungan yang saya lakukan pada Juni," Erywan, Menteri Luar Negeri Kedua Brunei, mengatakan kepada wartawan di Bandar Seri Begawan, sebagaimana dikutip dariKantor Berita Reuters.

pengunjuk rasa di myanmarPengunjuk rasa berbaris selama protes flash mob di kotapraja Mingalar Taung Nyunt di Yangon, Myanmar, Minggu, 11 Juli 2021. (Foto: voaindonesia.com/AP Photo)

Kelompok masyarakat sipil Myanmar menolak pengangkatan Erywan, mengatakan ASEAN seharusnya melakukan konsultasi dulu dengan lawan junta dan pihak lain.

PBB dan banyak negara telah mendesak ASEAN, yang 10 anggotanya termasuk Myanmar, untuk mempelopori upaya diplomatik untuk memulihkan stabilitas di negara itu di(ah)/Reuters/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Diplomat Brunei Ditunjuk Sebagai Utusan ASEAN Untuk Myanmar
Para menteri luar negeri ASEAN memilih Menlu Kedua Brunei, Erywan Yusof, sebagai utusan khusus mereka untuk Myanmar
0
Utusan Baru ASEAN Minta Akses Penuh Saat Kunjungi Myanmar
Diplomat Brunei yang ditunjuk oleh ASEAN sebagai utusan khusus untuk Myanmar harus diberi akses penuh ke semua pihak