UNTUK INDONESIA
Tujuh Malware Mematikan Menyerang Ponsel Android
Gawai pintar yang terserang malware akan beroperasi lebih lambat dan kerap memunculkan berbagai iklan tidak penting atau adware.
Petugas mulai membersihkan material sisa kecelakaan maut di KM 91 Tol Cipularang, Kabupaten Purwakarta, Senin (2/9/2019). (Foto: Antara/Bagus Ahmad Rizaldi)

Jakarta - Malware (Malicious Software) merupakan sebuah program yang dirancang untuk merusak, menyusup, dan mencuri data-data tertentu dari para pengguna komputer maupun smartphone

Smartphone berbasis Android memang terbilang mudah terkena serangan malware. Hal tersebut biasanya terjadi saat pengguna mendownload aplikasi dari sumber yang tidak terpecaya. 

Gawai pintar yang terserang malware akan beroperasi lebih lambat dan kerap memunculkan berbagai iklan tidak penting atau adware.

Namun, juga ada beberapa malware yang menyerang tanpa memberi tanda apa pun. Jika sudah menyerang program malware itu bisa mencuri data maupun informasi pribadi miliki pengguna.

Malware memiliki sejumlah jenis yang dikenal paling berbahaya yang kerap menyerang perangkat Android. 

Berikut Tagar mengulas tujuh malware yang paling berbahaya.

1. JIFake

Malware satu ini bekerja dengan menyamar sebagai aplikasi seluler berupa aplikasi pesan singkat. Aplikasi seluler yang telah disisipi JIFake ini memiliki fungsi SMS yang berfungsi untuk mengirim pesan teks ke nomor telepon premium. 

Malware ini sering ditemukan di wilayah Eropa Timur dan Rusia, dan jelas merugikan pengguna karena malware jahat tersebut dapat memonitor pesan SMS yang masuk dan mengumpulkan informasi perangkat dan data serta lokasi bahkan bisa difungsikan sebagai penyadapan.

2. FakeInst

Biasanya Malware ini terdapat pada berbagai aplikasi dan game yang tersedia di pihak ketiga. Oleh karena itu, maka berhati-hati saat menginstal aplikasi dari pihak ketiga, dan lebih baik menginstal aplikasi resmi dari Google Play Store.

Fakeinst merupakan malware yang paling banyak merusak perangkat Android, meskipun pengguna tidak akan menyadari kehadiran Malware ini, tapi secara tidak disadari pengguna akan kehilangan seluruh data di perangkatnya.

3. KungFu

Malware KungFu bukan berarti berasal dari China karena namanya seperti bela diri. Malware ini kerap ditemukan tertanam dalam aplikasi dan mencoba untuk mendapatkan akses root dari perangkat korban. 

Pada tahun 2011 ini memiliki fungsi backdoor yang memungkinkan snartphone untuk menginstal aplikasi Android berbahaya secara otomatis serta menjalankan program atau menavigasi ke situs web tertentu. 

Hal tersebut memungkinkan untuk merusak perangkat dan mencuri seluruh data yang ada dalam smartphone.

4. VDLoader

VDLoader tertanam dalam aplikasi dan mengandung fitur update dan download aplikasi secara otomatis. 

Malware yang banyak terdeteksi di wilayah Asia ini akan mendownload kemudian mengupdate aplikasi secara otomatis, sehingga bisa dipastikan memori serta kuota Android akan terkuras. 

Selain itu, malware ini juga akan menampilkan pesan teks untuk mendesak pengguna agar mendownload berbagai aplikasi tambahan.

5. Basebridge

Basebridge biasanya bertindak sebagai spyware yang akan mencuri data sensitif dari pemilik perangkat. Malware jenis ini kerap terdeteksi di wilayah Asia dan biasanya tertanam dalam salinan aplikasi populer yang diunduh dari toko aplikasi pihak ketiga. 

Malware ini sendiri sebenarnya dirancang untuk memata-matai pesan SMS korban dan mengirim pesan teks tersebut ke nomor premium-rate yang telah diatur. 

6. SNDApps

Malware jenis ini pada awalnya ditemukan di beberapa aplikasi resmi dalam Google Play Store. 

Malware ini berisi spyware yang akan secara otomatis mengunggah segala informasi pribadi, mulai dari alamat email, nomor telepon dan rincian lainnya tanpa sepengetahuan pemiliknya. 

Namun, kini aplikasi penyebar malware tersebut telah dibasmi oleh Google, tapi masih kerap dijumpai dalam aplikasi yang disediakan di pihak ketiga.

7. Fakedolphin

Fakedolphin berisi SMS Trojan yang mencoba untuk mendaftarkan pengguna untuk layanan premium tanpa persetujuan mereka. 

Para pengguna akan secara otomatis menerima tagihan tertentu berupa pulsa akibat terdaftar di berbagai layanan premium yang tidak ada fungsinya. 

Maka jika pernah tiba-tiba mendapatkan SMS tentang langganan ke layanan tertentu dan pulsa terpotong secara tiba-tiba, maka kemungkinan kamu terkena serangan malware ini. []

Berita terkait
Perang Dagang, Huawei Tetap Rilis Smartphone Android
Huawei merilis produk terbaru Nova 5T dengan sistem android, meski dilarang Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Huawei P30 dan Mate 20 Pro Ditanam Android Q
Sistem operasi Android Q dipastikan tertanam pada Huawei P30 dan Huawei Mate 20 Pro.
Cara Paling Ampuh Hadapi Serangan Malware di Android
Malware program yang ditakuti para pengguna komputer maupun smartphone, karena bisa merusak dan mencuri data-data.
0
Dosen UNS Ciptakan Alat Bantu Nafas Menangkal Asap
Dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, membuat alat bantu pernafasan menangkal paparan asap akibat kebakaran hutan.
Babi di Masjid