Editor : Syaiful W Harahap
Grafik pergerakan harga kripto teratas
Transaksi Kripto Turun 28 Persen Tapi Investor Bertambah
11 September 2026 | 11:01

TAGAR.id, Jakarta - Pasar kripto Indonesia kembali menunjukkan dinamika yang menarik. Nilai transaksi turun pada Juli 2026, namun jumlah konsumen justru terus bertambah dan kini mendekati 23 juta akun.

Data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi aset kripto pada Juli 2026 mencapai Rp 20,52 triliun, turun sekitar 28,2% dibandingkan Juni 2026 yang mencapai Rp 28,58 triliun. Meski transaksi melambat, jumlah akun konsumen perdagangan aset keuangan digital meningkat dari 22,69 juta pada Juni menjadi 22,93 juta akun pada Juli 2026. Transaksi derivatif aset keuangan digital juga tercatat sebesar Rp 3,41 triliun pada Juli 2026, turun dari Rp 4,19 triliun pada Juni 2026.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap pasar kripto masih terjaga, meski kemampuan dan pola transaksi investor mulai berubah di tengah tekanan ekonomi. “Basis konsumen masih bertambah meskipun nilai transaksinya mengalami penurunan. Ini menunjukkan masyarakat tidak sepenuhnya meninggalkan kripto, tetapi mulai bertransaksi dengan nominal yang lebih kecil dan lebih berhati-hati,” ujar Yudho.

Jika dibandingkan dengan Desember 2025 ketika jumlah investor tercatat sekitar 20,19 juta, maka hingga Juli 2026 terdapat tambahan sekitar 2,74 juta akun konsumen. Menurut Yudho, perbedaan arah antara jumlah konsumen dan nilai transaksi menjadi indikasi bahwa penurunan aktivitas pasar saat ini lebih bersifat siklikal, bukan mencerminkan hilangnya minat terhadap aset kripto secara struktural.

Daya Beli Tertekan, Investor Lebih Selektif

Artikel Asli