UNTUK INDONESIA
Timnas U-19 Siap Jalani Kualifikasi Piala Asia U-19
Tim nasional U-19 sudah siap menghadapi kualifikasi Piala Asia U-19. Pada uji coba di Yogyakarta, timnas U-19 menang 1-0 atas Iran U-19.
Tim nasional Indonesia U-19 meraih kemenangan 1-0 atas Iran U-19 dalam laga uji coba di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Rabu 11 September 2019. Pemain timnas Sutan Diego Armandoondriano (depan) berebut bola dengan pemain Iran Muhammad Reza Moharrami di laga itu. (Foto: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko)

Yogyakarta - Tim nasional U-19 menunjukkan kesiapannya menghadapi kualifikasi Piala Asia U-19 yang digelar 6-10 November 2019. Performa timnas U-19 makin membaik setelah meraih kemenangan 1-0 atas Iran U-19 pada uji coba kedua di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Rabu 11 September 2019.

Dalam laga tersebut satu-satunya gol dicetak oleh Sutan 'Zico' Diego Armandoondriano pada menit ke-48. Tendangan kerasnya dalam dalam kotak penalti berhasil mengubah skor menjadi 1-0. Kedudukan ini bertahan hingga akhir laga.

Kemenangan itu sekaligus membalas kekalahan pada uji coba pertama. Pada laga sebelumnya, Indonesia dipaksa menyerah 2-4 oleh Iran.

Kemenangan diraih tidak dengan cara yang mudah. Pertahanan lawan solid, postur mereka juga lebih tinggi dari pemain Indonesia

Pelatih Fakhri Husaini mengatakan kemenangan ini merupakan bagian penting perjalanan timnas U-19  dalam persiapan menghadapi kualifikasi Piala Asia U-19. Apalagi, tim Garud Muda mendapat pengalaman berharga karena menghadapi lawan yang memiliki postur lebih tinggi.

"Kemenangan tetap menjadi bagian penting untuk motivasi menuju kualifikasi Piala Asia U-19. Saya bangga apa yang diperlihatkan pemain," kata Fakhri.

"Kemenangan diraih tidak dengan cara yang mudah. Pertahanan lawan solid, postur mereka juga lebih tinggi dari pemain Indonesia," ucap dia.

Fakhri mengaku sangat bangga terhadap para pemain. Mereka telah berjuang sekuat tenaga tanpa rasa takut. "Ini merupakan cerminan mereka memakai kostum Merah Putih. Harus bisa memberikan segalanya," ujarnya lagi.

Menghadapi Tekanan

Di laga itu, timnas sempat menghadapi tekanan, terutama di babak kedua. Dengan keunggulan postur tubuh, mereka mengandalkan strategi umpan jauh dan bola-bola atas. Mereka juga berharap bisa mencetak gol lewat set piece.

Namun upaya mereka tak satupun membahayakan gawang timnas. Pemain belajar dari kekalahan di uji coba pertama.  

"Tim menunjukkan perkembangan yang bagus. Pemain sudah sangat siap ketika mengantisipasi lawan dengan serangan bola atas dan set piece. Serangan Iran tidak ada satupun yang berbahaya buat kami. Kami kalah tinggi tapi jangan kalah nyali," ujarnya.

Setelah uji coba ini, timnya akan diistirahatkan terlebih dahulu. Pemain kembali menjalani pemusatan latihan pada 25 September 2019. 

"Kami akan kembali pada 25 September untuk persiapan kualifikasi Piala Asia, November mendatang," kata dia memaparkan

Terpisah, pelatih Iran Seyed Akbar Pour Mousavi mengatakan Indonesia pantas menang dalam laga ini. Mereka mampu memanfaatkan satu kesalahan pemain. Sedangkan timnya yang memiliki banyak peluang tak mampu dikonversi menjadi gol.

Indonesia yang berada di Grup K akan bersaing dengan Korea Utara, Hong Kong dan Timor Leste di kualifikasi Piala Asia U-19. Indonesia bertindak sebagai tuan rumah babak kualifikasi. Juara dan lima runners up terbaik yang lolos ke putaran final. []

Berita terkait
Antisipasi Bola Mati, Titik Lemah Timnas U-19
Tim nasional U-19 harus bisa mengantisipasi set piece yang masih menjadi titik lemah seperti saat beruji coba melawan Iran U-19.
Timnas U-19 Tak Berdaya Hadapi Iran U-19
Tim nasional U-19 dipaksa menyerah Iran U-19 dengan skor 4-2 di uji dalam coba di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu 7 September 2019.
Pelatih Timnas U-19 Tidak Panggil Pemain Baru
Pelatih tim nasional U-19 Fachri Husaini tidak memanggil pemain baru saat beruji coba melawan Iran.
0
Revisi UU KPK, Jokowi Minta Masyarakat Bersuara ke DPR
Presiden RI Joko Widodo menyampaikan tanggapannya terkait keputusan Revisi Undang-Undang KPK. Ia mengaku, ide awal revisi tersebut dibawa oleh DPR.